Media Kampung – Saham GOTO kembali menjadi sorotan pasar setelah melaporkan laba perdana yang lebih baik dari perkiraan dan analis menurunkan target harga menjadi Rp110 per lembar.
Pencapaian laba tersebut diumumkan pada kuartal pertama 2026, menandai perubahan positif dalam kinerja keuangan grup e‑commerce dan layanan digital terkemuka di Indonesia.
Data perdagangan pada sesi I 30 April 2026 menunjukkan bahwa GOTO menjadi salah satu saham dengan volume tertinggi, dengan 23,44 juta lembar saham diperdagangkan, menempati posisi kedua setelah saham perbankan BBCA.
Nilai transaksi GOTO mencapai sekitar Rp 600 miliar, berkontribusi signifikan pada total nilai transaksi pasar hari itu yang mencapai Rp 11,26 triliun.
Analisis dari beberapa rumah sekuritas menilai bahwa profitabilitas yang baru muncul memperkuat fundamental perusahaan, terutama setelah integrasi layanan logistik dan pembayaran digital yang meningkatkan margin operasional.
Target harga Rp110 mencerminkan ekspektasi re‑rating valuasi, mengingat prospek pertumbuhan pengguna aktif bulanan yang diproyeksikan naik 25% YoY serta peningkatan rata‑rata transaksi per pengguna.
Seorang analis senior di Phillip Sekuritas menambahkan, “Laporan laba menunjukkan bahwa GOTO berhasil mengendalikan biaya operasional sekaligus memperluas basis pelanggan, sehingga outlook ke depan tetap bullish.”
Kondisi pasar secara umum pada hari itu dipengaruhi oleh tekanan jual pada saham berkapitalisasi tinggi, yang menyebabkan indeks IHSG turun 2,46% ke level 6.926,548.
Meskipun demikian, sektor teknologi tetap menjadi penopang utama likuiditas, dengan GOTO mencatatkan likuiditas tinggi meski berada dalam fase koreksi pasar.
Investor institusi dan ritel tampak mengakumulasi saham GOTO, mengingat valuasi yang relatif menarik dibandingkan peers dan ekspektasi pertumbuhan jangka menengah.
Pergerakan harga GOTO pada sesi tersebut berfluktuasi antara Rp95 ribu hingga Rp102 ribu, menandakan volatilitas yang masih moderat namun memberikan ruang bagi pembeli untuk masuk pada level yang lebih rendah.
Secara historis, GOTO telah mengalami penurunan nilai pada kuartal sebelumnya, namun laba perdana ini menandai titik balik yang potensial dalam tren harga.
Dengan target Rp110, para analis memperkirakan bahwa saham GOTO dapat mencapai level tersebut dalam kurun waktu enam hingga delapan bulan, asalkan kondisi makroekonomi tetap stabil dan tidak terjadi gangguan regulasi signifikan.
Investor disarankan untuk memperhatikan indikator teknikal seperti moving average 50 hari dan level support di sekitar Rp95 ribu, yang dapat menjadi zona beli strategis.
Secara keseluruhan, kombinasi antara laporan laba positif, target harga yang lebih tinggi, dan volume perdagangan yang kuat menjadikan saham GOTO pilihan menarik bagi pelaku pasar pada akhir April 2026.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan