Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terus mengalami tekanan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mendorong Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan BUMN lainnya untuk melakukan aksi buyback saham guna menjaga stabilitas pasar keuangan.

IHSG tercatat telah anjlok 32,42% secara year to date (ytd), sementara rupiah sempat menyentuh level Rp18.153 per dolar AS pada awal pekan ini. Dasco menilai kondisi ini tidak mencerminkan fundamental perusahaan besar, terutama BUMN dan swasta yang mengerjakan proyek strategis. Ia juga mengimbau masyarakat yang memiliki dolar untuk menjual valuta asing tersebut sebelum rupiah menguat.

Di sisi lain, sejumlah emiten tetap membagikan dividen di tengah tekanan pasar. Summarecon Agung (SMRA) memutuskan membagikan dividen Rp82,54 miliar atau Rp5 per saham untuk tahun buku 2025, meskipun laba bersih turun 44,18% menjadi Rp766,55 miliar. Samator Indo Gas (AGII) juga membagikan dividen Rp35 miliar atau Rp11,42 per saham, didukung laba bersih kuartal I-2026 yang naik lebih dari empat kali lipat.

Tekanan IHSG diperparah oleh rilis data inflasi AS yang naik ke 4,2% pada Mei 2026, meningkatkan kekhawatiran sikap hawkish Federal Reserve. Ketegangan geopolitik Timur Tengah juga mendorong kenaikan harga minyak dunia. Analis memprediksi IHSG masih akan melemah pada sesi kedua perdagangan Kamis (11/6/2026).

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.