Media Kampung – Investor AS dominasi pembelian obligasi global Danantara dalam penerbitan perdana yang mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 4,6 kali lipat. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan bahwa total permintaan yang masuk mencapai 4,6 miliar dolar AS, jauh melampaui target awal sebesar 1 miliar dolar AS.
Melihat antusiasme tersebut, Danantara memutuskan untuk meningkatkan nilai penerbitan obligasi menjadi 1,5 miliar dolar AS. Obligasi ini diterbitkan dalam dua seri, yaitu tenor lima tahun dengan imbal hasil 5,35 persen dan tenor sepuluh tahun dengan imbal hasil 5,95 persen.
Rosan menjelaskan bahwa komposisi investor kali ini berbeda dari penerbitan obligasi Indonesia sebelumnya. Untuk obligasi tenor lima tahun, investor AS menyerap 38 persen, sementara investor Eropa dan Timur Tengah 41 persen, dan Asia 21 persen. Pada tenor sepuluh tahun, dominasi investor AS semakin kuat dengan porsi 52 persen, diikuti Eropa dan Timur Tengah 31 persen, serta Asia 17 persen.
“Boleh dibilang biasanya penerbitan obligasi dari Indonesia peminatnya kebanyakan dari Asia. Tapi kali ini justru peminat dan pembeli terbesarnya berasal dari Amerika Serikat,” ujar Rosan dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.
Dana hasil penerbitan obligasi dijadwalkan masuk ke rekening Danantara pada 18 Juni 2026. Rosan menegaskan bahwa tingginya minat investor global ini membuktikan kepercayaan internasional terhadap Indonesia yang semakin kuat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan