Media Kampung – Keluarga Glazer dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk menjual saham mereka di Manchester United. Kabar ini langsung mendorong lonjakan harga saham klub sebesar 7 persen dalam perdagangan setelah jam kerja, meningkatkan nilai pasar menjadi 2,8 miliar poundsterling (Rp 67 triliun).
Menurut laporan Bloomberg, keenam saudara Glazer yang secara kolektif memiliki 51 persen saham sedang melakukan pembicaraan internal. Beberapa anggota keluarga dilaporkan ingin melepas sebagian atau seluruh kepemilikannya setelah 21 tahun masa kepemilikan yang penuh kontroversi. Namun, ketua eksekutif bersama Joel Glazer masih ingin tetap bertahan.
Diskusi ini didorong oleh kelompok dalam keluarga yang sejak lama ingin keluar. Sebelumnya, pada Februari 2024, mereka telah menjual 27,7 persen saham senilai 1,2 miliar poundsterling kepada Sir Jim Ratcliffe, yang membuat INEOS mengambil alih operasional sepak bola. Klausul dalam kontrak memungkinkan penjualan penuh pada 2027 dengan harga minimal 33 dolar AS per saham.
Jika penjualan penuh terjadi, diperkirakan akan memicu penawaran intensif dari konsorsium AS dan Timur Tengah. Keluarga Glazer sebelumnya sempat meminta 6 miliar poundsterling tiga tahun lalu. Saat ini, utang klub mencapai 1,3 miliar poundsterling, dan para pemilik menghadapi tagihan 2 miliar poundsterling untuk pembangunan kembali Old Trafford menjadi stadion berkapasitas 100.000 tempat duduk.
Di sisi performa, Manchester United berhasil mengamankan posisi ketiga di Premier League musim 2025, memastikan kembalinya mereka ke Liga Champions. Hal ini diharapkan meningkatkan daya tarik komersial klub. Sejak Ratcliffe mengambil saham, ia telah melakukan pemangkasan biaya besar-besaran, termasuk dua putaran PHK yang mengurangi 450 pekerjaan.
Kepemilikan Glazer mencapai puncak ketidakpopuleran saat mereka terlibat dalam upaya mendirikan Liga Super Eropa, yang memicu protes keras penggemar. Sekitar 10.000 penggemar berunjuk rasa di Old Trafford, bahkan beberapa berhasil masuk ke lapangan dan memaksa pertandingan ditunda. Kini, masa depan kepemilikan MU masih belum pasti, dengan spekulasi penjualan yang terus bergulir.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan