Media Kampung – Wali Kota Langsa Jeffry Sentana Putra pulang naik KRI sambil membawa ribuan bantuan logistik saat banjir melumpuhkan akses menuju kota pada November 2025. Bencana hidrometeorologi ini menjadi salah satu peristiwa terberat di Kota Langsa, Aceh.

Saat menerima kabar banjir, Jeffry sedang berada di Jakarta untuk menghadiri agenda resmi. Istrinya menelepon sekitar pukul 03.00 WIB dan mengabarkan rumah mereka telah kemasukan air. Awalnya ia tidak percaya karena Langsa jarang banjir, namun setelah melihat video call yang menunjukkan air setinggi lutut, ia segera bersiap pulang dan tiba di Bandara Cengkareng pukul 07.00 WIB.

Upaya kembali ke Langsa terhambat karena lima titik akses menuju kota terisolasi akibat banjir dan longsor. Jalur dari Brandan, Tanjung Pura, hingga Tamiang tertutup longsor. Opsi helikopter pun batal karena cuaca buruk dan kondisi siklon. Beruntung, TNI Angkatan Laut membantu Jeffry menggunakan KRI melalui jalur laut.

Sebelum berangkat, ia membeli sekitar 2.000 karton mi instan dan 1.000 papan telur di Medan untuk dibawa ke wilayah terdampak. Banjir melanda hampir seluruh Kota Langsa; dari 66 gampon atau desa, hanya delapan yang tidak terdampak. Selain merendam permukiman, bencana juga mengganggu distribusi kebutuhan pokok hingga harga beras melonjak menjadi Rp400 ribu per 10 kilogram.

Pemerintah Kota Langsa berkoordinasi dengan pusat dan memperoleh bantuan beras 546 ton yang dibagikan ke seluruh warga, baik yang terdampak maupun tidak. “Karena ada yang tidak terdampak air, tapi terdampak karena tidak ada bahan pokok, di Kota Langsa semuanya kita bagi,” ujar Jeffry dalam dialog bersama Pro3 RRI, Rabu, 10 Juni 2026.

Tenaga Ahli Utama Bakom RI Muhamad Hidayat menambahkan bahwa pemerintah pusat mengerahkan berbagai sumber daya melalui koordinasi BNPB, BPBD, Basarnas, dan organisasi masyarakat. “Prinsip penanganan bencana adalah merespons secara cepat, tepat, dan akurat,” katanya. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat menjadi kunci percepatan penanganan bencana di Sumatra, termasuk Kota Langsa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.