Media Kampung – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (17) setelah saham-saham teknologi mengalami tekanan. Namun, lonjakan saham Meta Platforms berhasil membatasi pelemahan indeks S&P 500 dan Nasdaq.
Pada penutupan perdagangan, Dow Jones Industrial Average turun 13,96 poin atau 0,03 persen menjadi 52.305,24. Indeks S&P 500 melemah 16,13 poin atau 0,22 persen menjadi 7.483,23, dan Nasdaq Composite turun 173,69 poin atau 0,66 persen menjadi 26.040,03.
Saham Teknologi dan Semikonduktor Tertekan
Sektor teknologi menjadi sektor dengan kinerja terburuk di antara sektor-sektor dalam S&P 500. Indeks semikonduktor PHLX (SOX) anjlok 6,3 persen, dengan saham-saham produsen chip menjadi salah satu penekan terbesar bagi S&P 500 dan Nasdaq.
Senior Portfolio Strategist di Ingalls Snyder, New York, Tim Ghriskey, mengatakan tingginya valuasi saham serta besarnya belanja kecerdasan buatan (AI) oleh perusahaan-perusahaan teknologi masih menjadi perhatian pelaku pasar.
Meta Platforms Melesat, Bantu Batasi Pelemahan
Saham Meta Platforms melonjak 8,8 persen setelah Bloomberg News melaporkan perusahaan tersebut tengah membangun bisnis layanan komputasi awan (cloud) untuk menjual kapasitas komputasi AI yang berlebih. Kenaikan ini membantu membatasi pelemahan indeks S&P 500 dan Nasdaq.
Pernyataan Federal Reserve dan Dampaknya
Sentimen positif lainnya datang dari pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh yang mengatakan risiko inflasi belakangan ini mulai mereda. Warsh menegaskan dirinya akan tetap berpegang pada target inflasi Federal Reserve sebesar 2 persen dan akan mengecewakan siapa pun yang berharap bank sentral menerapkan kebijakan moneter yang longgar, meski Presiden Donald Trump mendorong pemangkasan suku bunga.
Setelah pernyataan Warsh, pelaku pasar sedikit mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga. Namun, berdasarkan data LSEG, investor masih memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada tahun ini.
Konteks Perdagangan dan Data Ekonomi
Pelemahan pada perdagangan Rabu terjadi setelah Wall Street membukukan kinerja kuartalan yang kuat. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite mencatat kenaikan kuartalan terbesar sejak 2020, sementara Dow Jones mencatat performa kuartalan terbaik sejak 2022.
Volume perdagangan di bursa AS mencapai 19,71 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata 20 hari perdagangan terakhir yang mencapai 23,36 miliar saham. Di Bursa New York (NYSE), jumlah saham yang naik lebih banyak dibandingkan yang turun dengan rasio 1,07 banding 1. Tercatat 353 saham mencetak level tertinggi baru dan 127 saham menyentuh level terendah baru. Sementara di Nasdaq, sebanyak 2.661 saham menguat dan 2.303 saham melemah, dengan rasio saham naik terhadap turun sebesar 1,16 banding 1.
Pelaku pasar juga menantikan laporan ketenagakerjaan bulanan AS yang akan dirilis pada Kamis, sementara pasar saham AS akan tutup pada Jumat untuk libur Hari Kemerdekaan 4 Juli.
Di sisi geopolitik, Iran dan AS mengakhiri putaran pembicaraan tidak langsung pada Rabu tanpa adanya tanda-tanda kemajuan menuju kesepakatan damai yang bersifat permanen. Sebelumnya, kedua negara menandatangani kesepakatan sementara pada bulan lalu.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.




Tinggalkan Balasan