Media Kampung – Argotelo, usaha olahan singkong asal Salatiga, Jawa Tengah, berhasil menembus pasar ekspor ke Australia, Singapura, Korea Selatan, dan Hong Kong. Perjalanan bisnis yang dimulai pada 2016 dengan modal kecil dan produksi hanya 10 kilogram per hari ini kini telah bertransformasi menjadi pabrik dengan kapasitas 500 ton per tahun.
Bermula dari Sepeda Motor dan Pemasaran Digital
Pendiri Argotelo, Toni Anandya, memulai usahanya dengan mengendarai sepeda motor untuk menawarkan produk langsung ke rumah-rumah pelanggan. Pada 2018, ia mulai memasarkan secara daring, sebuah keputusan yang membuatnya lebih siap saat pandemi Covid-19 melanda. “Pada 2018, kami sadar Argotelo bisa memberikan inovasi dengan jualan secara daring. Kemudian saat pandemi Covid-19, ketika pelaku usaha lainnya mungkin belum terlalu merambah daring, kami sudah jauh lebih siap,” ujar Toni.
Dari 25 Varian hingga Sertifikasi Lengkap
Kreativitas pengolahan singkong menghasilkan 25 varian produk, seperti gemblong lumer, getuk, singkong fla, stik tela-tela, rondo royal, mento, nugget singkong, dan molen tape. Argotelo juga melengkapi produknya dengan sertifikasi halal, izin BPOM, dan hak merek untuk menjaga kepercayaan konsumen.
Menggerakkan Ekonomi Lokal
Sebanyak 80 persen karyawan Argotelo berasal dari masyarakat sekitar. Usaha ini juga melibatkan karang taruna dan kelompok sadar wisata. Konsep Kampung Singkong yang dikembangkan kini menghidupi sekitar 300 pekerja. Bahan baku singkong diperoleh dari petani di daerah sekitar sehingga turut menggerakkan ekonomi lokal.
Tembus Pasar Ekspor
Partisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 menjadi titik balik. Toni berhasil menjalin jaringan dengan calon pembeli dari Australia dan Dubai. “Kami ikut TEI 2025 dan alhamdulillahnya dari pameran tersebut kami mendapat jaringan dari Australia dan berkenalan dengan teman-teman dari Dubai. Kemudian, yang terbaru, kami berhasil mengekspor produk ke Australia,” ujar Toni. Kini, Argotelo juga mengekspor ke Singapura, Korea Selatan, dan Hong Kong.
Dukungan Pemerintah
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengunjungi Kampung Singkong Argotelo pada 18 Juni 2026. Ia mengapresiasi usaha yang tidak hanya berbisnis tetapi juga memberdayakan masyarakat. “Saya bangga Argotelo tidak sekadar berbisnis, tetapi turut memberdayakan masyarakat di lingkungan sekitarnya. Argotelo membuktikan produk lokal yang memiliki kualitas unggul akan mampu berdaya saing di pasar global,” ujar Budi.
Ke depan, Toni berharap dapat kembali mengikuti pameran seperti TEI dan mendapatkan akses langsung ke buyer luar negeri untuk memperluas pasar ekspor.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.





Tinggalkan Balasan