Media Kampung – Perbedaan warna buah kelapa sawit di lapangan kerap menimbulkan kesalahan dalam menentukan kematangan tandan. Banyak planter dan pemanen beranggapan bahwa buah matang harus berwarna merah, padahal warna buah merupakan karakter genetik yang diwariskan sejak benih. Anggota Indonesian Planters Society (IPS), Herwin Butarbutar, menegaskan bahwa warna buah tidak bisa dijadikan satu-satunya acuan dalam menentukan waktu panen.
Tiga Tipe Warna Buah Sawit
Herwin menjelaskan, terdapat tiga tipe warna buah yang umum dikenal pada kelapa sawit: Nigrescens, Virescens, dan Albescens. Ketiganya bukan nama varietas benih, melainkan pola perubahan warna buah selama proses pematangan.
- Nigrescens: Buah muda berwarna hitam keunguan hingga ungu tua karena dominasi pigmen antosianin. Saat matang, warna berubah menjadi merah tua atau merah kehitaman, namun perubahannya tidak mencolok. Kematangan tandan lebih tepat ditentukan melalui jumlah brondolan yang lepas secara alami.
- Virescens: Buah muda didominasi warna hijau karena kandungan klorofil. Saat matang, klorofil terurai dan karotenoid meningkat, sehingga buah berubah menjadi kuning, jingga, hingga merah-oranye. Perubahan kontras ini memudahkan pemanen mengenali kematangan.
- Albescens: Tipe paling jarang. Buah muda berwarna putih gading atau krem karena hampir tidak ada antosianin dan klorofil sangat rendah. Saat matang, karotenoid berkembang sehingga buah berubah menjadi kuning hingga jingga. Buah matang Albescens sering disangka mentah oleh pemanen yang belum mengenali karakteristiknya.
Ditentukan Gen, Bukan Pupuk atau Lingkungan
Herwin menegaskan bahwa penyebab utama perbedaan warna buah adalah faktor genetik, bukan pemupukan, jenis tanah, iklim, umur tanaman, atau cara pemeliharaan. Gen yang mengatur pembentukan pigmen pada kulit buah (exocarp) menjadi faktor penentu. Pigmen antosianin menghasilkan warna ungu, merah tua hingga hitam pada Nigrescens; klorofil memberi warna hijau pada Virescens; sementara karotenoid menghasilkan warna kuning hingga jingga yang muncul pada semua tipe saat matang dengan intensitas berbeda.
Pemupukan tidak akan mengubah tipe warna buah. Pupuk hanya berpengaruh pada pertumbuhan tanaman, ukuran tandan, jumlah produksi, kadar minyak, dan kesehatan tanaman. Demikian juga faktor lingkungan seperti jenis tanah, curah hujan, iklim, dan umur tanaman hanya memengaruhi tingkat kecerahan atau intensitas warna, bukan tipe warna yang sudah ditetapkan secara genetik.
Dengan memahami tipe warna buah sawit, planter dan pemanen diharapkan tidak lagi hanya mengandalkan warna saat menentukan panen, melainkan juga mempertimbangkan indikator lain seperti jumlah brondolan yang lepas secara alami.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.





Tinggalkan Balasan