Media Kampung, Jakarta – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengambil keputusan yang mengejutkan dalam babak adu penalti partai final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand. Alih-alih mengandalkan barisan penyerang, Herdman justru mempercayakan tugas sebagai algojo penalti kepada para pemain bertahan.

Keputusan ini terbukti efektif, di mana Timnas Indonesia berhasil meraih juara setelah menang 4-2 dalam adu penalti setelah bermain imbang 2-2 selama 120 menit. Herdman menjelaskan bahwa keputusan tersebut bukan tanpa pertimbangan matang.

Persiapan Matang dan Gemblengan Mental

Herdman menyatakan bahwa dia telah menyiapkan skenario adu penalti dengan serius melalui sesi latihan yang dilakukan sehari sebelum pertandingan. Latihan tersebut termasuk memberikan latihan mental kepada seluruh pemain.

“Untuk penalti, kami sudah berlatih kemarin. Kami menghabiskan banyak waktu bersama para pemain untuk menjalani beberapa proses mental. Setiap pemain mendapat kesempatan,” ujar Herdman.

Pemilihan Penendang Penalti

Herdman mengungkapkan bahwa pilihan eksekutor penalti murni didasarkan pada ketenangan serta efektivitas eksekusi yang ditunjukkan para pemain selama sesi latihan. Menariknya, catatan eksekusi terbaik justru diukir oleh para pemain lini belakang seperti Elkan Baggott, Dean James, dan Shayne Pattynama. Sementara beberapa penyerang tampak kurang percaya diri.

“Kami menganalisis para pemain yang mengambil penalti dan mereka yang akhirnya menjadi penendang adalah pemain yang tampil paling klinis dalam persiapan kemarin,” tambahnya sambil tertawa.

Kepercayaan Diri dan Performa

Herdman menegaskan bahwa dalam situasi krusial seperti adu penalti, kepercayaan diri dan performa di sesi latihan menjadi kunci utama dalam menentukan siapa yang paling siap mengambil tanggung jawab. “Sering kali, ketika seorang pemain belum mampu melakukannya dalam latihan, Anda memberikan kesempatan kepada pemain yang terlihat sedang berada dalam performa terbaik,” jelasnya.