Media Kampung – Bek tim nasional Benin, Mohamed Tijani, mengakui bahwa timnya tidak memiliki rencana taktis khusus untuk menghentikan megabintang Lionel Messi menjelang pertandingan persahabatan yang bersejarah melawan Argentina di Stadion Monumental. Tijani merasa bahwa perbedaan kelas antara kedua tim sangat jauh, sehingga tim berjuluk Les Guepards ini lebih memilih untuk menikmati momen perpisahan Messi di panggung internasional.

Menikmati Pertandingan Tanpa Tekanan Taktis

Tijani menegaskan bahwa tim pelatih tidak memberikan instruksi khusus untuk mengawal ketat kapten tim nasional Argentina tersebut. Ia menyatakan, “Kami tidak perlu menjaga Messi. Kami akan menikmati pertandingan ini. Tidak ada rencana khusus untuk bertahan melawan Messi, kami hanya harus menikmati permainan ini, dan selesai,” kata mantan pemain bertahan Rayo Vallecano tersebut kepada media lokal C5N.

Pujian Setinggi Langit untuk Dewa Sepak Bola

Kekaguman kubu tim tamu terhadap pencapaian luar biasa penyerang berusia 37 tahun itu melampaui batas rivalitas di dalam lapangan hijau. Mereka menilai sang kapten berada di level permainan yang sangat berbeda dibandingkan pemain lainnya di era modern. Tijani mengungkapkan, “Messi, Anda adalah Tuhan. Bagi saya, dia adalah yang terbaik di dunia, seperti yang saya katakan kepada Anda.” Pernyataan bernada sanjungan tersebut juga didukung oleh dokter tim nasional Benin yang mendampingi skuad selama berada di Buenos Aires. Sang dokter menambahkan bahwa Messi merupakan sosok terbaik di dunia sekaligus dewa dalam olahraga sepak bola.

Laga Perpisahan Menuju Era Baru Argentina

Pertandingan eksibisi yang berlangsung di Buenos Aires ini menandai akhir dari perjalanan panjang karier internasional peraih delapan Ballon d’Or tersebut. Setelah laga seremonial ini, Messi akan memfokuskan sisa karier profesionalnya bersama klub Major League Soccer, Inter Miami, hingga musim 2028 berakhir. Pelatih kepala Argentina, Lionel Scaloni, kini harus segera memikirkan transisi skuad tanpa kehadiran dirigen lini serang andalannya tersebut. Sementara bagi Benin, duel melawan raksasa dunia ini menjadi sarana belajar yang sangat berharga menjelang kualifikasi Piala Afrika mendatang.