Media Kampung, Gowa – Delapan pendaki Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dievakuasi pada Senin pagi (17/8/2026) setelah mengalami gangguan kesehatan seperti hipotermia, asma, kram paha, serta gejala tifus. Evakuasi dilakukan oleh Tim SAR Gabungan untuk memastikan para pendaki mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.
Evakuasi dan Penanganan Medis
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyampaikan bahwa delapan pendaki tersebut dievakuasi dari jalur pendakian Gunung Bawakaraeng dalam kondisi selamat. Mereka kemudian dibawa ke Posko Registrasi Bulu Balea untuk mendapatkan penanganan awal dari tim medis.
Beberapa pendaki yang mengalami gangguan kesehatan serius kemudian dirujuk ke Puskesmas Tinggi Moncong untuk perawatan lebih lanjut sesuai kebutuhan medis masing-masing.
Kondisi dan Faktor Pendukung
Menurut Arif, gangguan kesehatan yang dialami pendaki dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang dingin, kelelahan, dan kepadatan jalur pendakian. Ia mengingatkan para pendaki agar tidak memaksakan diri jika mengalami gejala gangguan kesehatan selama perjalanan mendaki.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai semangat mengibarkan Merah Putih justru mengabaikan keselamatan diri,” ujarnya.
Jumlah Pendaki dan Operasi Siaga Khusus
Berdasarkan data Kantor Basarnas Makassar, pada Minggu malam (16/8/2026), tercatat sebanyak 3.273 pendaki berada di Gunung Bawakaraeng. Mereka mendaki melalui beberapa jalur, yaitu:
- 223 orang melalui registrasi Lembanna
- 1.681 orang melalui Bulu Balea
- 947 orang melalui Tassoso
- 422 orang melalui Kanreapia
Jumlah pendaki ini diperkirakan terus bertambah hingga hari ini. Sebagian besar pendaki melakukan pendakian untuk mengibarkan bendera Merah Putih di puncak gunung setinggi 2.830 meter di atas permukaan laut sebagai bagian dari peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Untuk mendukung kegiatan ini, Basarnas menggelar Operasi Siaga Khusus Merah Putih yang berlangsung sejak 15 hingga 18 Agustus 2026. Tim SAR Gabungan terus memantau sejumlah titik pendakian dan siap memberikan pertolongan jika dibutuhkan.
Pesan Keselamatan bagi Pendaki
Arif menekankan pentingnya kewaspadaan dan memprioritaskan keselamatan dalam aktivitas pendakian, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dan jalur yang padat. Ia mengimbau para pendaki agar selalu memperhatikan tanda-tanda gangguan kesehatan dan tidak ragu untuk berhenti atau meminta bantuan jika mengalami keluhan.
Pendakian Gunung Bawakaraeng yang ramai pada momentum kemerdekaan ini menunjukkan antusiasme masyarakat, namun juga menuntut kesiapsiagaan dan kesadaran akan risiko kesehatan selama perjalanan di alam terbuka.














Tinggalkan Balasan