Media Kampung, Karanganyar – Seorang pendaki SMK berusia 17 tahun, Dude Kurniawan Pasha, ditemukan meninggal dunia setelah tersesat di jalur Banaran saat mendaki Gunung Sumbing. Korban yang berasal dari Colomadu, Karanganyar, terpisah dari dua rekannya dan ditemukan di kawasan Puncak Sejati pada Minggu pagi.
Kejadian bermula saat Dude bersama dua rekannya, Fatahilah dan Rangga Dwi Arianto, memulai pendakian dari Basecamp Banaran pada Jumat malam. Ketiganya yang masih pelajar SMK di wilayah Colomadu, memutuskan mendaki bersama menuju puncak Gunung Sumbing. Setelah beristirahat di sabana, Rangga memilih turun lebih awal sementara Dude dan Fatahilah melanjutkan perjalanan hingga puncak.
Dalam proses turun, Dude memilih jalur berbeda melalui tebing sisi utara dan akhirnya terpisah dari Fatahilah. Ketika Dude tidak kembali ke basecamp, laporan segera disampaikan ke posko pendakian. Tim pencarian yang terdiri dari 10 personel diterjunkan untuk melakukan evakuasi.
Pada Minggu pagi, jenazah Dude ditemukan di sekitar kawasan Puncak Sejati dan segera dibawa ke Pos 4 jalur Banaran. Selanjutnya jenazah dievakuasi menggunakan ambulans ke RSUD Kabupaten Temanggung sebelum diserahkan kepada keluarga. Proses pemakaman dilakukan di Desa Gawanan, Colomadu, tepat di depan rumah duka.
Kronologi Singkat Pendakian
- Jumat malam, 21 Agustus 2026: Pendakian dimulai dari Basecamp Banaran oleh Dude, Fatahilah, dan Rangga.
- Setelah beristirahat di sabana, Rangga turun lebih awal pada Sabtu pagi.
- Dude dan Fatahilah berhasil mencapai puncak Gunung Sumbing.
- Saat turun, Dude memilih jalur berbeda dan terpisah dari Fatahilah.
- Minggu pagi, Dude ditemukan meninggal di kawasan Puncak Sejati.
Proses Evakuasi dan Penanganan
Tim BPBD Karanganyar bersama tim pencarian dan penyelamatan segera merespon laporan orang hilang. Evakuasi dilakukan dengan membawa jenazah ke Pos 4 jalur Banaran dan kemudian dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Seluruh proses berlangsung dengan koordinasi yang baik antara pihak berwenang dan keluarga korban.
Pentingnya Keselamatan Pendakian
Peristiwa ini mengingatkan pentingnya kesiapan dan kehati-hatian dalam melakukan pendakian, terutama bagi pelajar dan pendaki pemula. Pengetahuan tentang jalur pendakian, komunikasi dengan tim, dan kesiapan fisik menjadi faktor krusial untuk mencegah kejadian serupa.
Pihak berwenang terus mengimbau pendaki untuk tidak menyimpang dari jalur resmi dan selalu melapor ke posko sebelum dan sesudah pendakian guna memudahkan proses pemantauan dan pertolongan jika terjadi keadaan darurat.















Tinggalkan Balasan