Media Kampung – 09 April 2026 | Pertamina Geothermal Energy (PGE) berhasil meraih penghargaan PROPER Emas 2025 yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH). Penghargaan tersebut menandai pencapaian PGE dalam mengintegrasikan inovasi dan praktik berkelanjutan pada proyek pembangkit panas bumi.

PROPER Emas merupakan level tertinggi dalam sistem Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) yang menilai kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan. PGE menjadi satu-satunya perusahaan energi terbarukan yang memperoleh predikat emas pada siklus penilaian kali ini.

Pencapaian ini diharapkan menjadi modal strategis bagi PGE dalam memperluas kapasitas pembangkit panas bumi di seluruh Indonesia. Selama tiga tahun terakhir, perusahaan telah menambah lebih dari 200 megawatt daya listrik terbarukan.

Direktur Utama PGE, Rini Suryani, menyatakan bahwa penghargaan ini membuktikan komitmen perusahaan terhadap transisi energi nasional. “Kami ingin menjadi contoh bagi sektor energi dalam menggabungkan inovasi teknologi dengan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Inovasi yang diakui meliputi penggunaan teknologi binary cycle yang meningkatkan efisiensi konversi panas menjadi listrik. Teknologi tersebut juga mengurangi emisi gas rumah kaca dibandingkan pembangkit konvensional.

Selain teknologi, PGE menekankan program pemberdayaan masyarakat di sekitar area proyek. Program tersebut mencakup pelatihan keterampilan, dukungan usaha mikro, dan peningkatan infrastruktur dasar.

Keberhasilan PGE sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai swasembada energi pada tahun 2025. Pemerintah menargetkan 23.000 megawatt listrik terbarukan, dengan panas bumi menyumbang 7.400 megawatt.

Dengan penghargaan PROPER Emas, PGE memperoleh akses lebih mudah ke pembiayaan hijau dari lembaga keuangan internasional. Bank-bank besar kini lebih bersedia menyediakan kredit dengan bunga kompetitif untuk proyek berkelanjutan.

PGE juga menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk riset bersama. Kolaborasi ini fokus pada pengembangan reservoir panas bumi yang lebih dalam dan tahan lama.

Pendekatan berkelanjutan PGE mendapat dukungan dari masyarakat setempat di daerah Banyuwangi, Blitar, dan Malang. Survei independen menunjukkan tingkat kepuasan warga meningkat hingga 70 persen sejak proyek dimulai.

PGE menegaskan bahwa semua kegiatan operasionalnya mematuhi standar ISO 14001 dan OHSAS 18001. Sertifikasi tersebut memperkuat kredibilitas perusahaan dalam tata kelola lingkungan dan keselamatan kerja.

Analis energi PT Danareksa mengindikasikan bahwa penghargaan PROPER Emas dapat meningkatkan valuasi pasar PGE. “Investor akan melihat ini sebagai sinyal kuat bahwa perusahaan memiliki risiko lingkungan yang terkelola dengan baik,” kata analis tersebut.

Pemerintah menilai penghargaan ini sebagai bukti implementasi kebijakan energi bersih. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif, menyatakan bahwa sektor panas bumi menjadi kunci diversifikasi bauran energi.

Arifin menambahkan bahwa dukungan regulasi akan terus diperkuat untuk mempercepat perizinan proyek panas bumi. Hal ini diharapkan dapat menurunkan biaya investasi hingga 15 persen dalam lima tahun ke depan.

PGE berencana menginvestasikan tambahan Rp 5 triliun dalam pengembangan proyek baru hingga 2028. Investasi tersebut akan difokuskan pada wilayah Sumatera, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara.

Proyek terbaru di daerah Dieng diperkirakan menghasilkan 300 megawatt listrik panas bumi. Jika berhasil, proyek tersebut akan menjadi salah satu pembangkit terbesar di Asia Tenggara.

Keberhasilan PGE juga memberikan dampak positif pada pencapaian target Net Zero Indonesia pada tahun 2060. Pembangkit panas bumi tidak menghasilkan emisi karbon secara langsung, sehingga membantu menurunkan intensitas karbon sektor energi.

Aktivitas penelitian PGE mencakup pemanfaatan limbah panas untuk industri pengolahan makanan. Inisiatif ini diharapkan menambah nilai ekonomi bagi komunitas lokal.

Laporan tahunan PGE menunjukkan peningkatan pendapatan sebesar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut sebagian besar berasal dari penjualan listrik ke PLN.

PLN menyatakan kepuasan atas pasokan listrik stabil dari pembangkit panas bumi PGE. Ketersediaan energi terbarukan meningkatkan keamanan pasokan listrik nasional.

Sebagai bagian dari program CSR, PGE mendirikan pusat pelatihan energi terbarukan untuk siswa SMA. Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya energi bersih.

Ke depan, PGE menargetkan total kapasitas terpasang mencapai 5.000 megawatt pada tahun 2030. Target ini sejalan dengan agenda Indonesia Net Zero dan kebijakan energi terbarukan.

Dengan penghargaan PROPER Emas sebagai landasan, PGE siap memperkuat peranannya dalam mewujudkan swasembada energi nasional. Langkah ini mempertegas komitmen perusahaan terhadap inovasi, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.