Media Kampung – 15 April 2026 | Banjir dan longsor melanda wilayah Gayo Lues, Aceh pada pertengahan April 2026, menenggelamkan pemukiman dan memutus akses jalan utama, memicu seruan GP Ansor untuk percepatan perbaikan infrastruktur.
Hujan deras yang berlangsung sejak 10 April 2026 menghasilkan curah hujan lebih dari 250 mm dalam 24 jam, melebihi ambang batas maksimum yang dapat ditampung oleh sistem drainase setempat.
Akibat luapan air, lebih dari 1.800 rumah warga terendam, sementara 12.000 penduduk terpaksa mengungsi ke posko darurat di Kecamatan Bener Meriah.
Jalan Nasional Lintas Gayo Lues (Jalan 03) terputus total di beberapa titik karena longsor menutupi lebar 150 meter, menghambat transportasi bantuan ke daerah terdampak.
GP Ansor Kabupaten Gayo Lues menuntut pemerintah daerah dan pusat untuk segera memperbaiki infrastruktur jalan dan saluran air, agar korban dapat diakses dan evakuasi berjalan lancar.
“Kami tidak bisa menunggu lagi, perbaikan jalan dan pembangunan drainase harus dipercepat agar bencana serupa tidak berulang,” ujar Ketua GP Ansor Kabupaten, H. Ahmad Zaki.
Pemerintah Kabupaten merespon dengan mengerahkan Tim Penanggulangan Bencana Daerah (TPBD) serta mengaktifkan mobil ambulans dan kapal karet untuk evakuasi.
Sampai saat ini, tercatat 5 orang meninggal dunia, 23 luka ringan, dan lebih dari 2.300 orang telah dipindahkan ke tempat penampungan sementara.
Kerusakan infrastruktur meliputi tiga jembatan kayu yang runtuh, tiga saluran drainase utama yang tersumbat, serta jaringan listrik yang terputus di 12 desa.
Musim hujan di Aceh biasanya berlangsung dari November hingga April, namun intensitas curah hujan tahun ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir, meningkatkan risiko bencana alam.
Beberapa LSM lokal, termasuk Palang Merah Indonesia dan Yayasan Bencana Alam, telah menyediakan bantuan pangan, air bersih, serta perlengkapan medis kepada para pengungsi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan