Media Kampung – 15 April 2026 | Penjualan mobil listrik berbasis baterai (BEV) di Indonesia terus meningkat, namun mayoritas kendaraan tersebut merupakan impor, sebuah fakta yang menimbulkan kekhawatiran bagi industri otomotif dalam negeri.
Data gabungan dari Gaikindo menunjukkan bahwa pada tahun 2025 tercatat sebanyak 99.372 unit mobil listrik yang dikirim ke dealer dan wholesaler di seluruh nusantara, angka yang hampir mendekati target satu ratus ribu unit.
Rinciannya mengungkap bahwa 60.671 unit (sekitar 61 persen) merupakan model yang diimpor dalam kondisi completely built up (CBU) langsung dari China, sementara 38.701 unit (sekitar 38,9 persen) datang dalam bentuk completely knocked down (CKD) yang dirakit sebagian di dalam negeri.
Agus Purwadi, peneliti senior Pusat Sistem Transportasi Berkelanjutan ITB, menegaskan bahwa dominasi impor ini dapat menggerogoti fondasi ekosistem otomotif nasional dan berpotensi menimbulkan kegagalan struktural jika tidak ditangani secara menyeluruh.
Ia menambahkan bahwa negara-negara tetangga seperti Thailand telah mengalami penutupan pabrik akibat tekanan kompetitif serupa, sementara India dan Vietnam berhasil mengembangkan basis produksi lokal yang kuat, menjadikan mereka contoh yang patut dipelajari.
Menurut Agus, komponen perakitan pada mobil listrik hanya menyumbang sekitar 30 persen dari total nilai produksi, sedangkan investasi dalam riset dan pengembangan (R&D) hanya mencapai 10 persen, meskipun proses perakitan BEV secara teknis lebih sederhana dibandingkan kendaraan bermesin konvensional.
Pakarnya menekankan bahwa kebijakan insentif dan persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk model-model impor, terutama yang berasal dari China, perlu dievaluasi secara berkala agar selaras dengan dinamika pasar dan tidak menghambat pemain domestik.
Ia mengingatkan bahwa target awal pemerintah untuk mendorong adopsi awal mobil listrik sebesar 5 persen kini telah terlampaui, sehingga penyesuaian kebijakan menjadi penting agar tidak menutup peluang bagi produsen lokal dan menekan pertumbuhan industri.
Baru-baru ini, Changan Indonesia mengumumkan peluncuran model Lumin dan Deepal S07 di IIMS 2026 dengan komitmen meningkatkan TKDN, namun masih banyak tantangan dalam meningkatkan proporsi komponen lokal dan memperkuat rantai pasokan domestik.
Dengan tekanan persaingan impor yang terus intens, pemerintah diharapkan memperkuat dukungan terhadap investasi pabrik perakitan dalam negeri, mempercepat transfer teknologi, serta meninjau kembali regulasi pajak dan insentif untuk menciptakan ekosistem otomotif listrik yang berkelanjutan di Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan