Media Kampung, Subulussalam — Siapa sangka, burung ruak-ruak yang kerap dianggap sebagai unggas liar biasa kini menjelma menjadi ladang bisnis kuliner yang menggiurkan. Sebuah warung makan di Penanggalan Timur, Subulussalam, sukses meraup omzet jutaan rupiah setiap harinya melalui menu andalan burung ruak goreng.
Berdasarkan pantauan RRI pada Minggu, 12 Juli 2026, warung tersebut dipadati pengunjung. Tak hanya warga lokal, konsumen dari luar daerah pun rela datang jauh-jauh demi mencicipi kuliner ekstrem yang menggugah selera ini.
Pemilik warung, Saniah, mengaku dalam sehari ia mampu menjual sedikitnya 50 porsi burung ruak goreng, bahkan lebih tergantung ketersediaan stok burung dari pemburu. “Alhamdulillah, kami buka dari hari Sabtu sampai Kamis. Sehari bisa habis sampai 50 porsi lebih, menyesuaikan stok yang ada. Untuk satu porsinya kami jual seharga Rp25 ribu, sudah lengkap dengan nasi, tempe, terong goreng, dan sambal khas,” ungkap Saniah kepada RRI.
Selain menu burung ruak goreng yang menjadi primadona, warung Saniah juga menyediakan menu pecel yang tak kalah populer. Menu pelengkap ini kerap ludes dalam sekejap jika pengunjung tidak datang lebih awal.
Warung ini mulai beroperasi dari pukul 11.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Namun, jam tutup bersifat fleksibel, tergantung seberapa cepat hidangan mereka habis terjual. “Kalau pengunjung sedang ramai, biasanya sebelum jam tiga sore sudah habis. Makanya, pelanggan dari luar Subulussalam sering memesan terlebih dahulu lewat telepon karena takut kehabisan,” pungkas Saniah.
Kombinasi antara konsistensi rasa yang lezat dan pelayanan yang ramah menjadi rahasia utama warung milik Saniah tetap eksis dan dicintai pelanggan setianya dari berbagai daerah.






















Tinggalkan Balasan