Media Kampung – Bermodal nekat dan secangkir kopi, Faradiba Rosalita bersama suaminya, Arif Ahmad, berhasil mengubah garasi rumah menjadi lini bisnis kuliner yang kini merambah kawasan perkantoran elit di Surabaya. Usaha bernama Mamih Bakoel by tumbhas kopi ini menjadi bukti bahwa UMKM bisa naik kelas dengan inovasi dan konsistensi rasa.

Cerita dimulai pada tahun 2023, ketika Fara—sapaan akrab Faradiba—memutuskan membuka kedai kopi kecil-kecilan di kediaman pribadinya. Motivasinya sederhana: ingin menambah pemasukan keluarga. Antusiasme pelanggan yang terus meningkat mendorongnya untuk mengembangkan usaha. Pada tahun 2024, ia menambah variasi menu dengan menghadirkan produk dimsum. Langkah ini menjadi titik balik yang luar biasa.

Kelezatan dimsum buatan Fara mulai dikenal luas, baik oleh pelanggan offline dari kalangan perkantoran maupun pembeli online. Lonjakan permintaan meyakinkannya untuk membuka cabang di Intiland Tower Surabaya. Sejak saat itu, perkembangan usaha berjalan sangat pesat. “Usaha kita yang sudah ada di perkantoran semakin dikenal karena mereka (para pekerja kantor) menjadi marketing berjalan. Mereka puas, lalu merekomendasikan dimsum kita ini ke rekan-rekan mereka yang lain,” ungkap Fara.

Untuk memanjakan pelanggan, Mamih Bakoel menawarkan berbagai pilihan paket dimsum dengan harga kompetitif: Paket Isi 8 Rp30.000, Paket Isi 16 Rp62.000, dan Paket Isi 20 Rp75.000. Seluruh produk tersedia di berbagai layanan pesan antar online. Pelanggan setia juga menikmati fasilitas gratis ongkos kirim (free ongkir) untuk minimal pembelian Rp300.000.

Keberhasilan bisnis ini membawa dampak signifikan bagi ketahanan ekonomi keluarga Fara dan Arif. Sebagai suami yang mendampingi sejak awal, Arif Ahmad mengakui, “Usaha ini menurut saya bisa sangat membantu perekonomian keluarga. Ini bisa menunjang pendapatan suami untuk memenuhi kebutuhan empat anak kita.”

Tidak berhenti pada kopi dan dimsum, Mamih Bakoel terus berinovasi mengikuti tren gaya hidup sehat. Kini mereka juga menyediakan varian menu sehat yang segar dan lezat, seperti Salad Wrap, Salad Sayur, Chicken Stick, Omelet, Sandwich, dan aneka dessert. Kisah Faradiba dan Arif menjadi bukti nyata bahwa kejelian melihat peluang, menjaga kualitas rasa, dan keberanian berekspansi adalah kunci utama bagi UMKM daerah untuk naik kelas.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.