Media Kampung – Buku berjudul “Direktur di Usia 29 Tahun” yang mengisahkan perjalanan hidup Edi Permadi resmi diluncurkan di Sekolah Master (Masjid Terminal), Depok, pada Senin (16/2/2026). Buku ini mengungkap formula sukses yang disebut Tujuh E, yakni Ethos, Effectiveness, Efficiency, Empathy, Ethics, Eling, dan Emak.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi terhadap buku tersebut. Menurutnya, kesuksesan tidak selalu lahir dari kemudahan, melainkan dari ketekunan, kedisiplinan, keberanian, serta komitmen untuk terus belajar.

Edi Permadi lahir di Jakarta pada 10 Februari 1970. Sejak usia delapan tahun, ia sudah membantu ekonomi keluarga dengan berjualan kacang dan makanan ringan setelah ayahnya meninggal. Meski demikian, ia berhasil meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Universitas Indonesia pada 1997.

Berkat pendidikan dan pengalaman hidup, Edi berkarier di industri pertambangan hingga dipercaya menjadi Director of External Relations PT International Nickel Indonesia (kini PT Vale Indonesia Tbk) sebelum usianya genap 30 tahun. Kariernya terus meningkat, dan ia kemudian menjabat Direktur Utama PT J Resources Asia Pasifik Tbk. Saat ini, Edi merupakan Tenaga Profesional Bidang Sumber Kekayaan Alam di Lemhannas RI.

Director Principal Advisor PT Quintave Kinerja Mulia, Eddie Arsyad, menilai pencapaian Edi bukanlah kebetulan. Potensi kepemimpinan Edi sudah terlihat sejak awal, dan usia bukanlah penentu utama kesuksesan. Ketua Umum IAGI, Budi Santoso, juga mengagumi kombinasi kemampuan teknis dan kecakapan membangun hubungan yang dimiliki Edi, yang jarang dimiliki seorang engineer.

Dalam sambutannya, Edi menjelaskan bahwa buku ini lahir dari dorongan sahabat dan kolega untuk menghimpun catatan pengalaman hidupnya. Buku ini terbagi dalam tiga fase: profesional, entrepreneur, dan warga negara. Konsep Tujuh E menjadi gagasan utama, dengan etos kerja sebagai fondasi keberhasilan.

Edi menekankan pentingnya integritas dan dukungan keluarga, khususnya doa ibu, sebagai faktor penting dalam perjalanan hidupnya. Ia menegaskan bahwa buku ini bukan resep sukses, melainkan berbagi pengalaman, pelajaran, kegagalan, dan proses panjang yang membentuk perjalanan hidupnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.