Media Kampung – Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko menceritakan insiden dalam diskusi di UGM yang digeruduk mahasiswa pada Rabu, 17 Juni 2026. Dalam keterangannya, ia mengaku sempat terjadi kekerasan fisik, termasuk pukulan terhadap Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Acara yang berlangsung di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Yogyakarta, itu awalnya dihadiri Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wamentan Sudaryono, dan Budiman. Ratusan mahasiswa hadir secara tertib dan siap menyampaikan kritik.

Menurut Budiman, 45 hingga 50 menit pertama diskusi berjalan lancar. Sudaryono membuka acara dengan menjelaskan kebijakan ekspor satu pintu bahan mineral dan program pengentasan kemiskinan. Nusron kemudian menyatakan kesiapannya untuk berdialog, berdebat, dan dikritik mahasiswa.

Namun, situasi berubah ketika sekelompok massa merangsek masuk dari belakang membawa pengeras suara, poster, dan spanduk. Mereka mengepung para pejabat dan meminta mereka keluar, sambil memaki-maki presiden dan kabinet sebagai pembohong, serta menyebut Budiman pengkhianat reformasi.

Budiman mengklaim ada tindakan kekerasan fisik. “Ada pukulan juga terhadap Wakil Menteri Pertanian Bapak Sudaryono dan juga ada upaya memukul saya tapi kemudian dihalangi oleh ajudan saya sehingga pukulan itu mengenai kepalanya,” katanya. Lemparan botol juga terjadi, sehingga situasi semakin tidak kondusif.

Meski demikian, Budiman sempat berdialog dengan beberapa mahasiswa yang mengaku kecewa karena ia dianggap mengkhianati perjuangan aktivis. Budiman menjawab bahwa ia masuk ke pemerintahan untuk membawa idealisme, dan selama tidak korupsi, hal itu tidak masalah.

Setelah indikasi kekerasan fisik meningkat, Budiman dievakuasi petugas keamanan. Sementara itu, Nusron dan Sudaryono mencoba melanjutkan dialog di luar gedung, tetapi gagal karena situasi tetap tegang dan mahasiswa menuntut pengakuan bersalah.

Budiman menyesalkan bahwa diskusi yang direncanakan sebagai ruang dialog berubah menjadi chaos. Ia menegaskan pemerintah tetap terbuka terhadap kritik dan masukan, serta berharap insiden ini tidak mengurangi ruang dialog antara pemerintah dan mahasiswa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.