Media Kampung, Yogyakarta – Seorang perempuan bernama Thalia Anggraeni membagikan pengalamannya tentang ayahnya yang menjadi korban pengeroyokan oleh sekitar 15 orang di dekat XT Square Yogyakarta pada malam hari Rabu (29/7) sekitar pukul 21.00 WIB. Insiden ini mengakibatkan ayahnya mengalami luka serius termasuk dua gigi yang lepas.
Peristiwa terjadi saat ayah Thalia, yang berinisial DB, sedang menghadiri reuni bersama om dan tante serta beberapa teman dekatnya. Kelompok pelaku yang dikenal baik oleh ayah Thalia mendatangi dan memanggil ayahnya ke area parkiran. Di lokasi tersebut, pengeroyokan berlangsung brutal.
Thalia menjelaskan bahwa pengeroyokan juga menimpa teman ayahnya yang berinisial KS. Kedua korban dipukul dan diinjak-injak oleh para pelaku. Bahkan, KS mengalami luka tusuk akibat terkena kunci yang digunakan pelaku, serta tubuhnya penuh pasir karena terjatuh dan diseret di lokasi kejadian.
Akibat pengeroyokan ini, ayah Thalia mengalami luka di wajah seperti pembuluh darah mata yang pecah, wajah lebam, dan berjalan pincang. Selain itu, dua giginya juga lepas. Sementara kondisi KS lebih parah sampai harus menjalani perawatan inap di rumah sakit dan sempat tidak sadarkan diri.
Hingga saat ini, motif pengeroyokan belum diketahui. Thalia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, terlebih pelaku rata-rata berusia di atas 40 tahun. Ia juga menyatakan niat untuk melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib agar proses hukum dapat berjalan.
Dari pihak kepolisian, Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani HS, mengungkapkan bahwa korban belum melapor secara resmi. Pihak kepolisian mengimbau agar keluarga atau korban segera melaporkan kasus tersebut agar dapat ditindaklanjuti.
Kejadian pengeroyokan ini menjadi perhatian penting terkait keamanan dan perlindungan bagi warga, terutama dalam situasi yang melibatkan kelompok yang dikenal satu sama lain. Penanganan hukum diharapkan dapat memberikan keadilan bagi korban dan mencegah kejadian serupa di masa depan.















Tinggalkan Balasan