Media Kampung – Pada Senin 4 Mei 2026, sekitar pukul 15.30 waktu setempat, agen United States Secret Service (USSS) terlibat baku tembak dengan seorang pria bersenjata di persimpangan 15th Street dan Independence Avenue, tidak jauh dari Washington Monument dan kawasan National Mall.
Petugas USSS yang sedang melakukan patroli dengan pakaian sipil melaporkan identifikasi seorang individu mencurigakan yang tampak membawa senjata api. Ketika agen mendekati, pria tersebut melarikan diri dengan berjalan kaki, kemudian mengeluarkan senjatanya dan menembakkan satu peluru ke arah agen.
Agen Secret Service membalas tembakan, melukai pelaku. Menurut wakil direktur USSS Matthew Quinn, “Saya tidak akan menebak tentang itu,” menegaskan bahwa belum ada kepastian apakah insiden ini berkaitan dengan upaya pembunuhan terhadap presiden atau pejabat tinggi lainnya.
Pelaku, yang diidentifikasi sebagai Cole Allen, 31 tahun, segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Kondisi kesehatannya belum dipublikasikan secara resmi, namun ia dinyatakan dalam perawatan intensif. Seorang remaja yang menjadi saksi mata juga terluka ringan dan dirawat di rumah sakit dengan luka yang tidak mengancam jiwa.
Insiden tersebut memicu lockdown sementara di Gedung Putih. Semua akses ke area North Lawn ditutup, dan para jurnalis yang berada di lokasi dievakuasi ke ruang briefing sebelum diizinkan kembali setelah situasi dinyatakan aman.
Kejadian terjadi tak lama setelah rombongan Wakil Presiden JD Vance melintasi kawasan tersebut dalam sebuah konvoi resmi. Quinn menambahkan bahwa tidak ada indikasi bahwa Vance menjadi target, dan tidak ada bukti bahwa insiden ini terkait dengan upaya pembunuhan Presiden Donald Trump yang baru-baru ini dilaporkan.
Sekitar 30 agen keamanan tambahan, termasuk petugas kepolisian federal, dikerahkan untuk mengamankan perimeter Gedung Putih. Pengamanan meliputi penutupan akses jalan utama, pemeriksaan kendaraan, dan peningkatan patroli di sekitar National Mall.
Menurut laporan resmi dari USSS, senjata api pelaku berhasil diamankan di lokasi. Analisis forensik awal menunjukkan bahwa peluru yang ditembakkan berasal dari pistol semi-otomatis berkaliber .45 ACP, namun penyelidikan lanjutan masih berlangsung untuk mengidentifikasi motif dan jaringan potensial.
Pejabat Gedung Putih mengarahkan semua pertanyaan kepada Secret Service dan menegaskan bahwa keamanan Presiden dan anggota keluarga tetap menjadi prioritas utama. Tidak ada laporan kerusakan pada fasilitas Gedung Putih atau gedung-gedung sekitarnya.
Insiden ini menambah daftar peristiwa keamanan di ibu kota Amerika Serikat dalam beberapa minggu terakhir, termasuk percobaan penembakan di sebuah hotel tempat Trump berkunjung. Otoritas menegaskan bahwa setiap ancaman akan ditanggapi dengan prosedur standar dan koordinasi lintas lembaga.
Sampai saat ini, tidak ada pernyataan resmi mengenai penangkapan tambahan atau tindakan hukum lanjutan terhadap pelaku selain perawatan medis. Pemerintah berjanji akan mengumumkan hasil penyelidikan secara transparan setelah bukti lebih lengkap tersedia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan