Media Kampung – Survei yang dirilis pada awal Mei 2026 oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengungkapkan bahwa Partai Gerindra memperoleh penilaian tertinggi di antara partai politik lain di kalangan pemilih berusia 18-30 tahun.
Survei tersebut melibatkan 2.500 responden muda dari 34 provinsi, menggunakan metode stratified random sampling dan wawancara tatap muka serta survei daring untuk memastikan representativitas demografis.
Hasil menunjukkan 42,7% responden menilai kinerja Gerindra paling memuaskan, diikuti oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan 31,4% dan Partai Golkar 18,9%.
Penilaian mencakup empat indikator utama: kebijakan ekonomi, pemberdayaan pemuda, transparansi, dan kepemimpinan, dimana Gerindra unggul pada tiga indikator tersebut.
“Partai berbasis figur cenderung mengalami volatilitas tinggi karena bergantung pada daya tarik individu,” ujar Abdul Rohman Sukardi, pengamat sosial‑politik yang menulis analisis di JatimUPdate.id.
Pernyataan tersebut dipadukan dengan temuan survei yang menegaskan bahwa daya tarik tokoh Prabowo Subianto masih kuat di kalangan generasi muda, meski partai lain mencoba meningkatkan basis sosial.
Sejak pertama kali muncul pada 2008, Gerindra telah mengalami lonjakan dukungan signifikan, dari 4,5% suara pada pemilu 2009 menjadi kisaran 12‑13% pada pemilu 2019‑2024, sejalan dengan popularitas figur Prabowo.
Data terbaru ini menjadi sinyal penting menjelang pemilihan umum 2026, karena partai yang berhasil meraih kepercayaan pemilih muda diperkirakan akan memperoleh keuntungan strategis dalam kontestasi legislatif.
Juru bicara Gerindra, Andi Wijaya, menyatakan bahwa hasil survei akan menjadi landasan untuk memperkuat program kepemudaan, termasuk pelatihan kewirausahaan dan beasiswa teknologi.
Di sisi lain, perwakilan PDIP menegaskan bahwa partai tetap fokus pada kebijakan kesejahteraan sosial, sementara Golkar menyoroti stabilitas strukturalnya sebagai keunggulan kompetitif.
Gerindra berencana meluncurkan kampanye digital terintegrasi pada akhir Juni 2026, menargetkan platform media sosial yang paling banyak diakses oleh generasi Z, guna mempertahankan momentum dukungan yang tercermin dalam survei tersebut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan