Media Kampung – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat sebagai miniatur upaya pengentasan kemiskinan Presiden Prabowo berada pada jalur yang tepat, dengan target penyelesaian pada bulan Juli.
Saat ini terdapat 97 titik pembangunan gedung Sekolah Rakyat yang dikelola Kementerian Pekerjaan Umum, di mana 67 titik diproyeksikan selesai tepat waktu, sementara sisanya akan dapat berfungsi pada Juli mendatang.
“Insyaallah, pada bulan Juli nanti gedung permanen di lebih dari 90 titik sudah bisa digunakan,” ujar Gus Ipul dalam keterangan di lokasi Kedung Cowek Surabaya.
Di Jawa Timur terdapat 18 titik pembangunan, jumlah terbesar, dan Gus Ipul mengapresiasi peran Gubernur, Bupati, serta Walikota yang telah menyediakan lahan.
Program Sekolah Rakyat tidak menggunakan pendaftaran umum, melainkan sistem penjangkauan yang menargetkan anak-anak putus sekolah, pengamen, pemulung, serta keluarga berpendapatan sangat rendah (Desil 1‑2).
“Kita menjangkau mereka yang belum beruntung. Tidak ada tes akademik, yang penting memenuhi syarat administratif sebagai keluarga tidak mampu,” jelasnya.
Setiap gedung dirancang untuk menampung hingga 1.000 siswa, meliputi jenjang SD, SMP, hingga SMA, serta dilengkapi asrama, laboratorium, perpustakaan, unit kesehatan, dan fasilitas ekstrakurikuler.
Pada tahun 2025 tercatat hampir 16 ribu siswa, dan tahun ini diproyeksikan meningkat menjadi lebih dari 30 ribu siswa yang terdaftar.
Presiden Prabowo menargetkan setiap kabupaten/kota memiliki setidaknya satu gedung permanen, sehingga total 500 gedung dapat menampung sekitar 500 ribu siswa, sebagai langkah konkret pengentasan kemiskinan.
Selain pendidikan, program ini juga mengintervensi keluarga dengan renovasi Rumah Tidak Layak Huni, bantuan sosial lengkap, Jaminan Kesehatan Nasional, serta dorongan menjadi anggota koperasi desa.
“Tujuannya jelas: anaknya lulus sekolah, keluarganya naik kelas. Kita ingin mereka mandiri dan tidak lagi bergantung pada Bansos,” tegas Gus Ipul.
Pemerintah terus melakukan simulasi dan percepatan pembangunan di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal, seperti Natuna dan Anambas, untuk memastikan semua anak Indonesia mendapatkan hak pendidikan yang layak.
Kementerian Pekerjaan Umum memimpin konstruksi dengan standar kualitas tinggi, memastikan keamanan struktural dan kelayakan operasional gedung.
Anggaran program didukung alokasi dana khusus dari pemerintah pusat, yang dipadukan dengan kontribusi pemerintah daerah dan sponsor swasta.
Gus Ipul menyatakan harapannya bahwa Sekolah Rakyat akan menghasilkan generasi produktif yang dapat mengurangi tingkat kemiskinan secara berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan