Media KampungKebakaran yang terjadi pada Minggu, 3 Mei 2026 di Dusun Gedangkulud, RT 01 RW 05, Desa Gedangkulud, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik diduga dipicu oleh kebocoran gas LPG, menimpa dua warga lanjut usia yang mengalami luka bakar.

Insiden dilaporkan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Gresik pada pukul 08.42 WIB, dan petugas dari Pos Menganti berangkat tiga menit kemudian.

Tim damkar tiba di lokasi sekitar pukul 09.13 WIB, menemukan api masih menyala namun sudah dikendalikan oleh warga sekitar yang segera memadamkannya.

Pada saat kejadian, Haji Sakri, 70 tahun, sedang memperbaiki sepeda motor Honda PCX di depan rumah, sehingga kedua korban tidak dapat segera melarikan diri.

Kedua korban mengalami luka bakar pada bagian tubuh bagian atas dan segera dilarikan ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk perawatan medis.

Warga sekitar yang menyaksikan kebakaran berusaha memadamkan api dengan ember dan alat pemadam sederhana sebelum petugas damkar tiba.

Setelah api berhasil dipadamkan, tim DPKP melakukan pendinginan pada bangunan untuk mencegah munculnya kembali titik api.

Objek yang terdampak meliputi rumah toko dan satu unit sepeda motor Honda PCX, sementara struktur rumah utama mengalami kerusakan ringan pada dinding luar.

Empat personel damkar Pos Menganti dikerahkan, didukung satu unit mobil semprot dan satu unit kendaraan water supply untuk memastikan penanganan optimal.

Seluruh proses pemadaman selesai dalam waktu kurang dari satu jam, dan kondisi area dinyatakan aman oleh petugas.

Hasil investigasi awal menunjukkan bahwa selang LPG yang terpasang tidak memiliki regulator tekanan yang memadai, sehingga meningkatkan risiko kebocoran.

Kejadian ini merupakan kebakaran pertama yang tercatat di Kabupaten Gresik selama bulan Mei 2026, menandai peningkatan kewaspadaan pada penggunaan gas rumah tangga.

Hingga awal bulan ini, DPKP Gresik melaporkan telah menangani sebelas kejadian penyelamatan (rescue) lainnya, mencakup berbagai jenis insiden.

Para ahli kebakaran menekankan pentingnya pemeriksaan rutin instalasi gas serta penggunaan regulator yang sesuai standar keamanan.

Pemerintah Kabupaten Gresik berjanji akan meningkatkan sosialisasi tentang keselamatan penggunaan LPG di lingkungan rumah tinggal.

DPKP juga berencana menambah jumlah pos pemadam kebakaran di wilayah rawan kebocoran gas untuk mempercepat respons di masa depan.

Korban, Haji Sakri dan Ibu Tin, diperkirakan akan menjalani perawatan lanjutan selama beberapa hari di rumah sakit.

Keluarga korban mengucapkan terima kasih kepada petugas damkar dan warga yang membantu memadamkan api secara cepat.

Kasus ini menyoroti pentingnya kepedulian masyarakat dalam penanggulangan bahaya kebakaran, terutama di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi.

DPKP menegaskan akan terus melakukan inspeksi rutin pada instalasi LPG di wilayahnya untuk mencegah kejadian serupa.

Sejumlah tetangga menyatakan akan membantu korban dengan kebutuhan sehari-hari selama proses pemulihan.

Dalam pernyataannya, Kepala DPKP Gresik, Suyono, menekankan bahwa koordinasi antara warga, pemadam kebakaran, dan layanan kesehatan sangat krusial dalam mengurangi dampak kebakaran.

Penggunaan LPG secara luas di rumah tangga menuntut standar keamanan yang lebih ketat serta edukasi yang berkesinambungan.

Insiden ini menjadi pengingat bagi semua warga Gresik untuk memeriksa peralatan gas secara berkala dan memastikan tidak ada kebocoran.

Pemerintah daerah berencana mengadakan pelatihan gratis bagi warga tentang cara menangani kebocoran gas serta penggunaan alat pemadam api ringan.

Dengan langkah-langkah preventif tersebut, diharapkan angka kebakaran akibat kebocoran LPG dapat ditekan secara signifikan.

DPKP Gresik menutup laporan dengan menyatakan bahwa semua prosedur penanggulangan kebakaran telah dilaksanakan sesuai protokol standar.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.