Media Kampung – Porto juara Primeira Liga 2025/2026 menandai gelar pertama pelatih Italia Francesco Farioli bersama klub asal Portugal.

Kemenangan diraih pada 3 Mei 2026 setelah mengalahkan Alverca 1-0 di Estádio do Dragão, memastikan gelar ke-31 dalam sejarah klub.

Gol penentu dicetak oleh penyerang muda Porto pada menit ke-27, memperkuat keunggulan tim dalam pertandingan akhir musim.

Farioli, yang sebelumnya melatih tim Serie A Fiorentina, menjadi pelatih asing pertama yang membawa Porto menjuarai liga dalam debutnya.

Dalam konferensi pers pasca pertandingan, Farioli menyatakan kebanggaan atas pencapaian tim dan menekankan kerja keras seluruh skuad.

“Kami berhasil menggabungkan taktik modern dengan semangat juang tradisional Porto,” ujarnya, menambahkan bahwa musim ini menjadi bukti konsistensi pemain.

Di lapangan, kapten tim, penjaga gawang Diogo Costa, menonjolkan peran penting dengan beberapa penyelamatan krusial sepanjang pertandingan.

Costa kemudian mengenakan kaus dengan nama “Diogo Jota” dan nomor 19 sebagai penghormatan kepada mantan rekan timnas Portugal yang meninggal.

“Ini untuk Diogo Jota dan keluarganya, kami dedikasikan trofi ini kepada mereka,” kata Costa kepada wartawan, menegaskan ikatan emosional antara pemain.

Pernyataan tersebut didukung oleh klub yang secara resmi menambahkan nama Jota pada seragam cadangan untuk pertandingan-pertandingan berikutnya.

Penambahan ini diumumkan oleh Direktor Olahraga Porto dalam rilis resmi klub pada hari yang sama.

Direktur menegaskan, “Kami ingin memastikan bahwa warisan Jota tetap hidup di dalam hati pendukung dan pemain kami.”

Sejumlah pemain senior Porto, termasuk penyerang senior dan kapten tim, juga mengungkapkan rasa hormat mereka melalui media sosial.

Salah satunya menuliskan, “Kami bermain dengan semangat Jota, untuk menghormati impian dan dedikasinya pada sepak bola.”

Statistik resmi liga menunjukkan Porto mengumpulkan 82 poin, selisih enam poin dari rival terdekat Sporting CP.

Tim mencatat 26 kemenangan, 4 hasil imbang, dan hanya 2 kekalahan selama 32 pertandingan musim ini.

Farioli mengakui peran penting staf pelatih dalam mengoptimalkan taktik defensif dan menyerang, yang menjadi kunci keberhasilan.

“Strategi kami berfokus pada kontrol bola dan transisi cepat, yang terbukti efektif melawan tim-tim kuat,” jelasnya.

Di luar lapangan, klub juga mengumumkan program beasiswa bagi pemain muda di akademi untuk menghormati nilai-nilai Jota.

Program ini didanai oleh sponsor utama Porto dan akan memberikan pelatihan serta pendidikan kepada 20 talenta berbakat setiap tahunnya.

Dengan gelar ini, Porto memastikan kehadirannya di kompetisi UEFA Champions League musim berikutnya, menambah eksposur internasional klub.

Pihak manajemen menargetkan peningkatan pendapatan komersial sebesar 12 persen berkat partisipasi di turnamen Eropa.

Secara keseluruhan, pencapaian Porto juara Primeira Liga tidak hanya mencerminkan keunggulan taktis, tetapi juga solidaritas emosional yang kuat dalam komunitas sepak bola.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.