Media Kampung – Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menyelenggarakan program Aisyiyah Siaga Lansia untuk memperkuat literasi Emergency First Response (EFR) bagi lansia di lingkungan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Patrang pada Sabtu, 18 April 2026.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 34 anggota PCA Patrang dan dikemas bersamaan dengan momentum halal bihalal, menjadikannya forum edukasi sekaligus ajang silaturahmi.

Program ini menjadi wujud komitmen Unmuh Jember dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pengabdian kepada masyarakat. Tim dosen dan mahasiswa menyiapkan materi yang sesuai dengan kebutuhan lansia di wilayah tersebut.

Ketua tim pengabdian, Ns. Dian Ratna Elmaghfuroh, S.Kep., M.Kes., menjelaskan bahwa peningkatan jumlah lansia berbanding lurus dengan risiko kegawatdaruratan di rumah. Ia menekankan pentingnya penanganan cepat pada menit‑menit awal untuk mencegah fatalitas.

“Banyak kasus kegawatdaruratan pada lansia berujung fatal bukan semata karena penyakitnya, tetapi karena keterlambatan penanganan di menit‑menit awal,” ujar Dian Ratna dalam sambutan pembukaan.

Peserta menerima pembekalan tentang kondisi darurat umum pada lansia, seperti stroke, sesak napas, penurunan kesadaran, dan risiko jatuh. Materi tersebut disampaikan secara interaktif melalui seminar singkat dan diskusi kelompok.

Prinsip dasar EFR yang diperkenalkan adalah assess‑alert‑act, yaitu melakukan penilaian awal, segera menghubungi bantuan, dan mengambil tindakan yang aman. Pendekatan ini diharapkan dapat diaplikasikan oleh anggota PCA Patrang dalam situasi nyata.

Selain pengetahuan medis, peserta diajarkan cara menata lingkungan rumah agar lebih ramah lansia. Langkah preventif meliputi pemasangan pegangan di area rawan, penerangan yang memadai, dan penghapusan hambatan yang dapat menyebabkan terjatuh.

Diskusi aktif memperlihatkan antusiasme anggota yang berbagi pengalaman pribadi dalam menghadapi situasi darurat. Beberapa peserta mengungkapkan bahwa sebelumnya mereka belum memahami pentingnya tindakan pertama sebelum tenaga medis tiba.

Program ini juga menjadi langkah strategis dalam membangun komunitas Aisyiyah Siaga Lansia yang tangguh, responsif, dan berkelanjutan. Komunitas tersebut diharapkan dapat menjadi jaringan dukungan bagi lansia di wilayah Patrang dan sekitarnya.

Unmuh Jember menegaskan peran perempuan dalam meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pendidikan dan pelatihan. Keterlibatan anggota PCA Patrang sebagai agen perubahan menjadi fokus utama program.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa proporsi penduduk berusia 60 tahun ke atas di Kabupaten Jember terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Tren demografis ini menambah urgensi program literasi kegawatdaruratan.

Selanjutnya, tim Unmuh Jember berencana melakukan kunjungan lanjutan ke rumah-rumah anggota PCA untuk mengevaluasi penerapan langkah-langkah preventif. Monitoring ini akan membantu menyesuaikan strategi edukasi di masa mendatang.

Kerjasama antara universitas, organisasi sosial, dan masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan program. Sinergi tersebut memperkuat jaringan layanan kesehatan berbasis komunitas.

Para peserta juga diberikan modul cetak berisi panduan singkat tentang penanganan darurat dan checklist keamanan rumah. Modul ini diharapkan menjadi referensi cepat saat situasi kritis terjadi.

Unmuh Jember menegaskan bahwa program serupa akan direplikasi di cabang Aisyiyah lain di Kabupaten Jember. Tujuannya adalah menciptakan pola pembelajaran yang dapat diadopsi secara luas.

Kegiatan berakhir dengan sesi foto bersama dan doa bersama, menandai komitmen bersama untuk melanjutkan upaya peningkatan literasi kesehatan lansia. Semua pihak mengapresiasi hasil yang telah dicapai.

Dengan adanya program Aisyiyah Siaga Lansia, diharapkan tingkat fatalitas kasus kegawatdaruratan pada lansia di wilayah Patrang dapat berkurang secara signifikan. Upaya ini sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan komunitas dalam menghadapi situasi darurat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.