Media Kampung – Di tengah ancaman triple planetary crisis yang meliputi perubahan iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati, sekelompok anak muda melalui inisiatif SIMTESIS mengambil langkah nyata dengan pendekatan berbasis sains dan data. SIMTESIS, singkatan dari Sistem, Mitra, dan Sintesis, hadir untuk membantu memahami akar persoalan lingkungan secara komprehensif melalui analisis sistem dan kebijakan yang terstruktur.
Founder SIMTESIS, Adam Taufan Firdaus, mengungkapkan bahwa organisasi ini lahir dari keresahan terhadap berbagai upaya pelestarian lingkungan yang dinilai belum mampu menyelesaikan masalah secara menyeluruh. Menurutnya, persoalan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan perilaku individu, melainkan juga sistem, infrastruktur, dan kebijakan yang belum berjalan optimal. “Kami ingin mendorong perubahan lingkungan yang tidak hanya didasari semangat, tetapi juga didukung oleh data dan fakta yang kuat,” ujar Adam saat menghadiri talkshow SPADA Lingkungan Hidup Pro 2 RRI Malang, Jumat (12/06/2026).
SIMTESIS memiliki agenda kerja berupa riset, pengembangan strategi, serta pendampingan pengambilan keputusan berbasis data. Tim ini menganalisis berbagai persoalan seperti pengelolaan sampah, emisi, hingga tata kelola lingkungan di suatu daerah, lalu menyusun rekomendasi yang dapat digunakan oleh pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya. Salah satu program unggulan adalah pendampingan pemerintah daerah dalam pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, SIMTESIS berharap dapat mendorong lahirnya kebijakan lingkungan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Generasi mendatang diharapkan tetap dapat menikmati udara bersih, air yang layak, dan lingkungan yang sehat. Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana anak muda dapat berkontribusi dalam menghadapi krisis lingkungan dengan cara yang terukur dan kolaboratif.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan