Media Kampung, Serang – Penurunan tanah yang terjadi akibat eksploitasi air bawah tanah secara masif di Banten menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan keberlanjutan sumber daya air. Pengamat Kebijakan Publik, Yhannu Setyawan, mengingatkan pentingnya perubahan arah kebijakan pengelolaan sumber daya air di daerah tersebut.
Yhannu menegaskan bahwa pemerintah kabupaten/kota dan Provinsi Banten memiliki peran krusial dalam menyusun regulasi yang mendorong masyarakat serta dunia usaha beralih menggunakan sumber air yang lebih berkelanjutan, terutama air permukaan. Hal ini bertujuan menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup di Banten.
Keterangan dan Risiko Eksploitasi Air Bawah Tanah
Air permukaan merupakan sumber daya yang dapat diperbarui secara alami melalui siklus hidrologi, berbeda dengan air bawah tanah yang apabila dieksploitasi berlebihan dapat menimbulkan dampak lingkungan serius. Pengambilan air bawah tanah dalam volume besar berisiko menimbulkan kerusakan seperti penurunan muka tanah, terbentuknya cekungan dan retakan tanah, serta penurunan kualitas struktur tanah.
Yhannu menjelaskan, penurunan muka tanah juga dapat mempercepat intrusi air laut ke daratan. Kondisi ini tidak hanya memperburuk kualitas air tanah tetapi juga mengancam sektor pertanian karena menurunnya kualitas tanah.
Peran Pemerintah dan Upaya Pengurangan Penggunaan Air Bawah Tanah
Pemerintah daerah didorong untuk memperkuat regulasi dan mengakselerasi peralihan pemanfaatan air bawah tanah ke air permukaan. Upaya ini akan memudahkan pengelolaan kualitas lingkungan dan mengurangi risiko kerusakan jangka panjang.
Yhannu juga mengapresiasi langkah PT Sarana Catur Tirtakelola (SCTK) yang melakukan kampanye pengurangan penggunaan air bawah tanah dan menyediakan air permukaan sebagai alternatif. Langkah tersebut sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Dampak Lingkungan dan Sosial
Penurunan muka tanah yang berkelanjutan dapat menyebabkan perubahan struktur tanah yang melemahkan daya dukungnya. Intrusi air laut yang semakin meluas akan menurunkan kualitas air tanah dan berdampak negatif pada pertanian serta pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
Kesimpulan
Penurunan tanah akibat eksploitasi air bawah tanah merupakan ancaman nyata yang memerlukan perhatian serius. Pemerintah daerah di Banten harus segera mengubah kebijakan pengelolaan sumber daya air dengan mendorong peralihan ke air permukaan sebagai sumber yang lebih berkelanjutan. Langkah ini penting untuk menjaga kualitas lingkungan dan keberlangsungan sumber daya air bagi masyarakat dan sektor usaha di masa depan.













Tinggalkan Balasan