Media KampungNAC Breda mengajukan gugatan resmi ke KNVB terkait dugaan pelanggaran izin kerja pemain bek Timnas Indonesia, Dean James, yang dapat memicu penjadwalan ulang hingga 133 laga Eredivisie pada musim 2025/2026.

Kasus ini muncul setelah NAC Breda kalah 0-6 dari Go Ahead Eagles pada 15 Maret 2026, saat tim mendeteksi bahwa Dean James tidak memiliki izin kerja yang sah untuk bermain di Belanda.

Dean James, lahir di Rotterdam pada 1999, memilih beralih kewarganegaraan menjadi Indonesia pada akhir 2025, mengakibatkan kehilangan paspor Belanda sesuai peraturan imigrasi negara tersebut.

Dalam podcast Belanda “De Derde Helft”, presenter Rogier Jacobs menyoroti bahwa pemain dengan latar belakang Indonesia dapat memperoleh paspor Indonesia, namun hal itu dapat meniadakan hak mereka atas paspor Belanda, sebuah fakta yang tidak selalu dipahami klub.

Empat hari setelah pernyataan tersebut, NAC Breda melaporkan temuan ini ke KNVB pada 19 Maret 2026, menuntut agar pertandingan antara Go Ahead Eagles dan NAC Breda diulang karena pelanggaran regulasi pemain.

KNVB menanggapi dengan membuka proses banding, menjadwalkan sidang di Pengadilan Utrecht pada 28 April 2026, dengan putusan dijadwalkan keluar pada 4 Mei 2026.

Pengacara KNVB, Michiel van Dijk, memperingatkan bahwa jika gugatan NAC Breda dikabulkan, federasi dapat terpaksa mengulang setidaknya 133 pertandingan, yang berpotensi mengguncang kalender kompetisi dan mengancam kelangsungan musim.

Beberapa klub Eredivisie seperti Ajax dan Feyenoord telah menyatakan kesiapan untuk meninjau kembali status pemain mereka, mengingat kasus serupa melibatkan sekitar 25 pemain lain dengan kewarganegaraan ganda, termasuk asal Suriname dan Cape Verde.

Aturan Kewarganegaraan Ganda di Belanda menuntut pemain yang mengganti paspor untuk mengajukan izin kerja khusus, namun proses administratif sering kali terlambat, menimbulkan kerentanan hukum bagi klub.

Saat ini, keputusan akhir masih menunggu, sementara KNVB menegaskan bahwa semua klub wajib menunggu putusan pengadilan sebelum melakukan langkah lebih lanjut, mengingat dampak luas terhadap jadwal liga dan hak siar.

Jika keputusan mengarah pada penjadwalan ulang, NAC Breda mungkin harus menunggu hingga akhir musim untuk mengetahui dampak kompetitif, sementara pemain asing lainnya dapat menghadapi peninjauan kembali status mereka.

Kasus ini menegaskan pentingnya kepatuhan administratif dalam kompetisi profesional, dan menambah tekanan pada otoritas sepak bola Belanda untuk memperketat mekanisme verifikasi dokumen pemain.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.