Media Kampung – Neom SC menorehkan kemenangan penting melawan Al Ittihad pada laga Saudi Pro League yang digelar 15 Januari 2026, memperkuat posisi mereka di papan klasemen menengah.
Pertandingan berlangsung di Stadion Al‑Shabab, Riyadh, dengan dua tim bersaing ketat untuk mengamankan tiga poin vital menjelang fase akhir musim.
Neom SC berhasil mencetak empat gol, sementara Al Ittihad hanya mampu menambah tiga gol, menghasilkan skor akhir 4‑3 untuk kemenangan Neom SC.
Skor tersebut menempatkan Neom SC pada posisi kelima dengan 28 poin, menutup jarak satu poin dari rival terdekat di klasemen.
Al Ittihad, yang berada di peringkat keenam dengan 27 poin, kini harus mengejar kembali hasil positif untuk tetap bersaing di papan atas.
Statistik tim menunjukkan Neom SC mencetak rata‑rata 2,1 gol per pertandingan dalam lima laga terakhir, menandakan serangan mereka berada dalam kondisi tajam.
Di sisi lain, pertahanan Al Ittihad kebobolan rata‑rata 2,4 gol dalam lima pertandingan terakhir, menyoroti kerentanan yang harus diperbaiki.
Rekor pertemuan langsung antara kedua tim selama lima pertemuan terakhir memperlihatkan dominasi Al Ittihad dengan tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.
Namun, hasil 4‑3 kali ini membalikkan tren tersebut, memberi sinyal perubahan dinamika kompetitif.
Pelatih Neom SC, Abdullah Al‑Saeed, menyatakan, “Kami menyiapkan strategi serangan yang fleksibel dan pemain mengeksekusi dengan disiplin,” menekankan pentingnya persiapan taktis.
Sementara itu, pelatih Al Ittihad, Paulo Chamusca, mengakui kekurangan defensif timnya dan menambahkan, “Kami harus memperbaiki organisasi di lini belakang untuk menghindari kebobolan berulang.”
Formasi yang diterapkan Neom SC adalah 4‑3‑3, dengan tiga penyerang utama menekan pertahanan lawan sejak menit pertama.
Al Ittihad mengandalkan formasi 3‑5‑2, berusaha mengontrol tengah lapangan namun mengalami celah di sisi kanan yang dimanfaatkan Neom SC.
Gol pembuka datang dari Neom SC pada menit ke‑12 melalui tendangan bebas yang dieksekusi oleh kapten tim, Faisal Al‑Mansour.
Al Ittihad menyamakan kedudukan pada menit ke‑18 lewat serangan balik cepat yang dipimpin striker mereka, Mohammed Al‑Fahad.
Neom SC kembali unggul pada menit ke‑27 setelah serangan kombinasi tiga pemain menghasilkan gol kedua bagi tim.
Al Ittihad menambah satu gol lagi pada menit ke‑35, namun tetap tertinggal satu gol.
Gol ketiga Neom SC tercipta pada menit ke‑48 melalui serangan tunggal yang memanfaatkan kesalahan penjaga gawang lawan.
Setelah jeda istirahat, Al Ittihad kembali mengejar pada menit ke‑59, menyamakan kedudukan menjadi 3‑3.
Namun, Neom SC menutup pertandingan dengan gol penentu pada menit ke‑78, memastikan kemenangan tipis mereka.
Statistik kepemilikan bola menunjukkan Al Ittihad mendominasi dengan 55% selama pertandingan, namun Neom SC memaksimalkan peluang yang ada.
Jumlah tembakan ke gawang Neom SC mencapai 12 kali, dengan akurasi tembakan mencapai 58%, jauh lebih tinggi dibandingkan Al Ittihad.
Keseluruhan kartu kuning yang dikeluarkan berjumlah enam, tiga untuk masing‑masing tim, tanpa ada kartu merah.
Kemenangan ini meningkatkan moral Neom SC menjelang pertandingan berikutnya melawan Al Nassr pada 18 Januari 2026.
Sementara Al Ittihad harus memperbaiki pertahanan menjelang laga melawan Al Hilal pada 20 Januari 2026.
Neom SC, klub yang berdiri pada tahun 2020, telah menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam tiga musim terakhir, naik dari divisi rendah ke level tertinggi.
Investasi besar dari pemerintah Saudi dan sponsor internasional memberikan dukungan finansial yang memungkinkan akuisisi pemain berkualitas.
Keberhasilan tim ini juga mencerminkan program pengembangan pemain muda yang berfokus pada taktik modern dan kebugaran.
Para pendukung Neom SC, yang dikenal dengan julukan “The Pioneers,” memberikan dukungan riuh melalui media sosial dan kehadiran langsung di stadion.
Statistik kehadiran penonton mencatat rata‑rata 22.000 penonton per pertandingan, menandakan popularitas klub yang terus meningkat.
Dalam konteks Saudi Pro League, persaingan antar klub kini semakin ketat, dengan beberapa tim tradisional seperti Al Hilal dan Al Nassr masih mendominasi.
Namun, klub-klub baru seperti Neom SC dan Al Fateh menunjukkan kemampuan untuk menantang dominasi tersebut.
Menurut analis sepak bola lokal, peningkatan kualitas kompetisi akan mendorong perkembangan pemain domestik dan menarik lebih banyak sponsor internasional.
Dengan hasil ini, Neom SC berada dalam posisi yang lebih baik untuk bersaing pada babak play‑off yang dijadwalkan pada akhir Mei 2026.
Penggemar menantikan langkah selanjutnya tim, terutama apakah mereka dapat mempertahankan performa menyerang yang konsisten.
Di sisi lain, Al Ittihad harus mengevaluasi strategi pertahanan mereka agar tidak terus mengalami kebobolan berulang.
Kedua tim kini menatap jadwal pertandingan yang padat, dengan tiga laga penting dalam dua minggu ke depan.
Secara keseluruhan, kemenangan Neom SC melawan Al Ittihad menjadi sorotan utama dalam kalender Saudi Pro League bulan Januari 2026.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan