Media Kampung – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan bertolak ke China pada Selasa (16/6) untuk melakukan rangkaian pertemuan dengan 15 investor institusi besar dan otoritas setempat. Kunjungan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah memperluas basis investor global sekaligus memperkenalkan instrumen surat utang berdenominasi yuan yang akan diterbitkan di pasar keuangan China, yaitu Panda Bond.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Suminto, mengatakan agenda utama kunjungan Purbaya adalah memberikan pembaruan (investor update) kepada para investor institusional di China terkait kondisi ekonomi Indonesia dan rencana penerbitan Panda Bond. “Ini investor update dulu, ketemu para investor. Investor update, jadi kita update mereka, itu, kan, satu yang secara regular kita lakukan,” ujar Suminto di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (15/6).

Menurut Suminto, investor update menjadi semakin penting mengingat penerbitan Panda Bond yang direncanakan merupakan yang pertama kali dilakukan Indonesia. “Apalagi ini, kan, penerbitan pertama, ya. Jadi kita perlu ketemu dengan para investor di mainland China, maupun juga ketemu otoritas,” katanya.

Dalam roadshow tersebut, Purbaya dijadwalkan bertemu lebih dari 15 investor institusi besar di China. Beberapa nama yang disebut Suminto antara lain Agriculture Bank of China, Zhong Ou Asset Management, hingga ICBC Wealth Management. “Misalnya nih misalnya Agriculture Bank of China, Zhong Ou Asset Management, ICBC Wealth Management, dan lain-lain,” beber dia.

Purbaya membenarkan bahwa kunjungannya ke China akan difokuskan untuk bertemu investor sekaligus membahas rencana penerbitan Panda Bond. “Oh itu ketemu investor dan bahas Panda Bond,” kata Purbaya di Kompleks Parlemen. Saat ditanya mengenai target dana yang ingin dihimpun melalui instrumen Panda Bond, Purbaya belum memberikan angka pasti. Namun, ia optimistis minat investor bakal tinggi. “Belum (ada target), saya pikir akan banyak,” ujarnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.