Media Kampung – China menjatuhkan sanksi kepada Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro Jr. beserta keluarganya. Sanksi ini melarang Teodoro, istri, dan anaknya memasuki wilayah China daratan, Hong Kong, maupun Makau. Organisasi dan individu di China juga dilarang melakukan transaksi atau kerja sama dengan mereka.
Kementerian Luar Negeri China menuduh Teodoro berulang kali membuat pernyataan yang tidak bertanggung jawab yang merugikan kepentingan Beijing. Juru Bicara Kemlu China, Mao Ning, menyatakan bahwa pernyataan Teodoro keliru dan merusak kepercayaan timbal balik.
Sanksi ini diumumkan beberapa hari setelah Teodoro mengkritik keras China dalam forum keamanan Shangri-La Dialogue di Singapura. Dalam forum tersebut, ia menuduh Beijing merebut wilayah di Laut China Selatan dan menindas rakyatnya sendiri.
Dalam diskusi panel, dua perwira senior Tentara Pembebasan Rakyat China mempertanyakan apakah Filipina akan menjadi proksi AS di Asia. Teodoro menolak tudingan itu dan menegaskan komitmen Manila terhadap kemitraan keamanan dengan Washington.
Ketegangan antara Beijing dan Manila terus meningkat, terutama terkait sengketa di Laut China Selatan. Kedua negara saling menuduh melakukan provokasi di sekitar terumbu karang dan gosong yang disengketakan.
Filipina merupakan salah satu sekutu tertua AS di kawasan Asia-Pasifik, yang membuat posisinya semakin sensitif di mata Beijing. Hingga saat ini, pemerintah Filipina belum memberikan tanggapan resmi atas sanksi China tersebut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan