Media Kampung, Hong Kong dan Guangdong – Topan Noul telah menyebabkan gangguan signifikan di wilayah Hong Kong dan Guangdong, China, pada akhir Juli 2026. Di Hong Kong, sekitar 2.000 penumpang terjebak di Bandara Internasional akibat pembatalan ratusan penerbangan yang dipicu oleh kondisi cuaca buruk. Sementara itu, di provinsi Guangdong, upaya pemulihan transportasi telah dilakukan setelah badai melewati wilayah tersebut, termasuk pembukaan kembali jalan tol dan layanan kereta api.

Peristiwa ini penting karena menunjukkan dampak besar topan terhadap mobilitas dan aktivitas ekonomi serta respons cepat otoritas dalam mengatasi gangguan tersebut. Informasi ini berguna bagi masyarakat dan pelaku perjalanan untuk memahami kondisi terkini dan langkah-langkah pemulihan yang sedang berjalan.

Baca juga:

Gangguan Penerbangan di Bandara Hong Kong

Bandara Internasional Hong Kong mengalami gangguan operasional serius saat Topan Noul melanda. Pada Minggu, 26 Juli 2026, sebanyak 350 penerbangan dibatalkan dari total 675 yang dijadwalkan. Pembatalan tersebut menyebabkan sekitar 2.000 penumpang harus menginap di bandara, dengan beberapa terpaksa tidur di bangku atau troli bagasi karena keterbatasan fasilitas penginapan dan lonjakan harga hotel selama kondisi darurat.

Direktur Service Delivery Airport Authority Hong Kong, Yeung Tat-wing, menyatakan sebagian besar penerbangan diperkirakan dapat kembali beroperasi pada sore hari Minggu, dengan ketiga landasan pacu siap beroperasi sepanjang malam jika diperlukan. Layanan Airport Express juga telah beroperasi kembali mulai pukul 09.00 waktu setempat, dan otoritas mengharapkan seluruh aktivitas bandara pulih normal pada Senin pagi.

Pemulihan Transportasi di Guangdong

Setelah Topan Noul melewati wilayah Guangdong dan melemah pada Senin, 27 Juli 2026, otoritas setempat berhasil membuka kembali jalan tol yang sebelumnya diberlakukan kontrol lalu lintas dan mulai mengoperasikan kembali layanan kereta api secara bertahap. Jalur kereta api Beijing-Guangzhou telah beroperasi normal sejak pukul 08.00, sementara layanan Beijing-Kowloon dan Ganzhou-Shaoguan diperkirakan pulih pada sore dan malam hari.

Baca juga:

Topan Noul merupakan topan terkuat yang melanda China pada tahun ini dan yang paling dahsyat dalam satu dekade terakhir di wilayah timur muara Sungai Mutiara. Sekitar 900.000 warga Guangdong yang tinggal di daerah rendah telah dievakuasi sebagai langkah antisipasi. Pemerintah juga mengaktifkan respons darurat di 135 distrik dan kabupaten serta melepaskan air dari 338 waduk untuk mencegah banjir.

Dampak Lain dan Tindakan Pencegahan

Selain gangguan transportasi, Topan Noul membawa hujan lebat yang menyebabkan tanah longsor dan banjir di beberapa wilayah China, termasuk di situs warisan dunia Jiuzhaigou, Sichuan. Tempat wisata tersebut sementara ditutup dan wisatawan dievakuasi demi keselamatan. Pemerintah mengeluarkan peringatan banjir tertinggi (peringatan merah) di beberapa provinsi sebagai langkah mitigasi risiko bencana lanjutan.

Berbagai kota terdampak menghentikan aktivitas sekolah, konstruksi, produksi, transportasi, dan bisnis untuk mengurangi risiko kecelakaan dan korban jiwa.

Baca juga:

Situasi ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi antar lembaga dalam menghadapi bencana alam yang berdampak luas terhadap masyarakat dan perekonomian.

Otoritas bandara Hong Kong juga mengatur penjadwalan ulang penerbangan dengan mempertimbangkan kapasitas armada, kru, slot waktu di bandara tujuan, dan preferensi pelanggan, guna mengatasi backlog akibat pembatalan selama topan.

Secara keseluruhan, respons cepat dan terkoordinasi antara pemerintah dan lembaga terkait membantu mempercepat pemulihan aktivitas di wilayah yang terdampak Topan Noul.