Media Kampung – Hutan di tengah Kota Siak yang menjadi habitat kera telah dibabat, menimbulkan kekhawatiran akan hilangnya ruang hidup satwa tersebut. Pemotongan pohon mengubah zona hijau menjadi lahan terbuka yang kini menjadi sorotan publik dan pemerintah daerah.
Warga setempat, Ijal, melaporkan bahwa sejak penebangan kera jarang terlihat bermain di tepi Jalan Raja Kecik. Mereka kini sering memasuki rumah warga untuk mencari makanan karena habitat alaminya telah hilang.
Lahan seluas sekitar 13 hektar tersebut tercatat sebagai Hak Guna Bangunan (HGB) milik PT Ikadaya Yakin Mandiri. Kepala Bagian Administrasi Wilayah Pemkab Siak, Asrafli, menjelaskan bahwa pemilik HGB tidak wajib memberi tahu pemerintah kecuali ada rencana pembangunan.
Kapolda Riau, Herry Heryawan, mengunjungi Mapolres Siak untuk menekankan strategi kepolisian adaptif dalam menghadapi tantangan global. Ia menekankan pentingnya “sense of crisis” bagi setiap anggota agar dapat merespons cepat tanpa menunggu perintah.
Menurut Kapolda, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat memengaruhi harga energi dan memicu kerawanan sosial di daerah seperti Siak. Kenaikan harga komoditas sawit juga berpotensi meningkatkan peredaran narkotika dan praktik pembakaran lahan menjelang El Nino.
Pemerintah Kabupaten Siak melaksanakan lelang seragam sekolah senilai Rp7 miliar, yang dijanjikan akan diproduksi oleh UMKM lokal. Kepala Dinas Pendidikan, Romi Lesmana Dermawan, mengungkapkan kesulitan mencapai kesepakatan upah dengan UMKM sehingga proyek diserahkan ke perusahaan luar Riau.
Upah yang diajukan UMKM mencapai Rp100.000 per set, jauh di atas HPS Rp45.000, menyulitkan proses negosiasi. Meskipun demikian, Romi optimis UMKM dapat terlibat pada tahap penjahitan aksesoris di masa depan.
Investasi galangan kapal terpadu PT Mitra Nusantara Shipyard (MNS) senilai lebih dari Rp300 miliar resmi dimulai di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Siak. Bupati Afni Zulkifli menilai proyek ini sebagai tonggak penting untuk menghidupkan kembali kawasan industri yang sebelumnya vakum.
Yudi Utomo, Direktur MNS, memperkirakan kebutuhan tenaga kerja sekitar 200 orang pada fase konstruksi hingga operasional, dengan fokus pada keahlian teknik pengelasan. Perusahaan juga menyediakan sistem penyediaan air bersih mandiri berbasis reverse osmosis untuk mendukung operasional galangan.
Ketua KADIN Riau, Masuri, memuji langkah Bupati Afni dalam menarik investasi swasta sebesar Rp300 miliar serta pembangunan akses jalan 1,2 km. Ia menekankan pentingnya kepercayaan investor dan peran UMKM lokal dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Serangkaian proyek ini menambah tekanan pada ruang terbuka hijau di Siak, sementara penduduk harus menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan dan sosial. Kehilangan hutan memaksa kera memasuki permukiman, dan otoritas berupaya menyeimbangkan keamanan publik dengan konservasi satwa.
Saat ini, jalur Jalan Raja Kecik tidak lagi memiliki pepohonan rindang, dan upaya rehabilitasi habitat masih dalam tahap perencanaan. Pemerintah daerah menjanjikan peninjauan kembali penggunaan lahan HGB serta koordinasi dengan pihak keamanan dan pendidikan untuk mengatasi dampak sosial ekonomi yang timbul.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan