Media Kampung – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan Gerakan Menanam Seribu Pohon di TK DWP 3 Banyuputih, Situbondo, sebagai aksi konkret pelestarian lingkungan desa.
Kegiatan berlangsung pada Minggu 4 Mei 2026 di lingkungan taman kanak-kanak yang berlokasi di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo.
Acara melibatkan perangkat desa, karang taruna, guru TK, serta warga setempat yang bekerja bersama dalam penanaman.
Latar belakangnya adalah menurunnya kualitas lingkungan, berkurangnya ruang hijau, serta meningkatnya risiko bencana alam seperti banjir dan longsor.
Jenis pohon yang ditanam meliputi sengon, mahoni, dan trembesi yang memiliki nilai ekologis tinggi dalam menyerap CO2, menghasilkan oksigen, dan memperbaiki struktur tanah.
Penanaman dilakukan di pinggir jalan desa, lahan kosong, dan area sekitar aliran sungai yang rawan erosi.
Sebelum penanaman, tim KKN mengadakan sosialisasi tentang pentingnya penghijauan serta cara merawat bibit secara benar.
Setelah penyuluhan, warga secara gotong royong menggali tanah, menanam bibit, dan menyiram awal dengan semangat tinggi.
Seorang perangkat desa menyatakan, “Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah menginisiasi kegiatan ini. Semoga pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat besar bagi generasi mendatang,”.
Penelitian Food and Agriculture Organization (FAO) menunjukkan bahwa penanaman pohon dapat menurunkan emisi karbon dan membantu mitigasi perubahan iklim.
Studi Nowak dkk. dalam jurnal Environmental Pollution menegaskan kemampuan pohon menyerap polutan udara, sementara riset Chazdon dalam jurnal Science menyoroti peran reforestasi dalam mempercepat pemulihan ekosistem.
Dengan dukungan ilmiah tersebut, program penghijauan diharapkan meningkatkan kualitas udara, menurunkan suhu mikro, serta mengurangi potensi bencana alam di desa.
Mahasiswa KKN berharap inisiatif ini menjadi langkah awal bagi Banyuputih menuju desa yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.
Hingga akhir Mei 2026, sebagian besar bibit telah ditanam dan perawatan awal sedang berlangsung, menandakan kelanjutan komitmen bersama terhadap lingkungan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan