Media Kampung – Kegiatan edukasi biopori yang diprakarsai oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) RPL Universitas Muhammadiyah Jember dilaksanakan pada Jumat, 24 April 2026 di Kebun Belajar As Salam Tanggul, Jember.

Acara tersebut bertujuan menanamkan kepedulian lingkungan pada anak usia dini melalui pendekatan interaktif dan praktis.

Ratusan peserta, termasuk siswa, guru, dan orang tua, menyambut program dengan antusiasme tinggi.

Mahasiswa KKN menyampaikan materi tentang pentingnya biopori sebagai solusi alami untuk meningkatkan daya serap tanah dan mengurangi genangan air.

Penjelasan diberikan dengan bahasa sederhana serta didukung demonstrasi pembuatan lubang biopori secara langsung di lapangan.

Setelah teori, peserta diajak praktik membuat lubang biopori menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul mini dan pipa PVC.

Setiap anak diberi kesempatan menggali dan menempatkan bahan organik di dalam lubang, sehingga mereka dapat melihat prosesnya secara nyata.

Selain itu, kegiatan meliputi sesi daur ulang kreatif di mana sampah anorganik diubah menjadi pot tanaman.

Anak-anak belajar memotong botol plastik, menempelkan tali rafia, dan menanami bibit sayuran sebagai contoh pemanfaatan kembali material.

Proses tersebut tidak hanya meningkatkan kreativitas, tetapi juga menekankan pentingnya mengurangi limbah rumah tangga.

Selama sesi, Ketua Tim KKN, Ahmad Fauzi, menyatakan, “Kami berharap anak-anak dapat menjadi agen perubahan dengan memahami nilai-nilai keberlanjutan sejak dini.”

Kutipan tersebut menegaskan komitmen mahasiswa dalam membangun generasi yang peduli lingkungan.

Materi edukasi juga mencakup manfaat biopori dalam mengurangi erosi dan menjaga kualitas air tanah di wilayah tropis.

Data lokal menunjukkan peningkatan risiko banjir di daerah Jember akibat perubahan iklim, sehingga intervensi berbasis biopori menjadi relevan.

Mahasiswa menambahkan bahwa penerapan biopori dapat menurunkan volume limpasan permukaan hingga 30 persen pada lahan serupa.

Para peserta diberikan lembar kerja yang berisi pertanyaan reflektif untuk mengukur pemahaman mereka setelah praktik.

Hasil awal menunjukkan lebih dari 85 persen anak mampu menjelaskan fungsi biopori secara tepat.

Selain penanaman, kegiatan melibatkan penanaman bibit sayuran seperti bayam dan selada di pot hasil daur ulang.

Setiap peserta menerima bibit, pupuk organik, dan panduan perawatan sederhana.

Pendekatan ini dirancang agar anak dapat melanjutkan kegiatan berkebun di rumah, memperpanjang dampak edukasi.

Guru kelas menyatakan bahwa materi ini dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan lingkungan di sekolah.

Pihak sekolah berencana mengadakan sesi lanjutan pada semester berikutnya untuk memantau pertumbuhan tanaman.

Dalam penutup, mahasiswa KKN menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan, masyarakat, dan pemerintah daerah.

Mereka mengajak komunitas lokal untuk memperluas jaringan biopori di area publik seperti taman dan jalan lingkungan.

Program ini didukung oleh dana hibah Universitas Muhammadiyah Jember yang dialokasikan untuk proyek keberlanjutan.

Penggunaan dana diarahkan pada pembelian material, pelatihan fasilitator, dan produksi media edukatif.

Media tersebut meliputi poster, video tutorial, dan modul cetak yang didistribusikan ke sekolah mitra.

Setelah acara, peserta diajak mengisi kuesioner kepuasan yang mencatat tingkat kepuasan sebesar 92 persen.

Data tersebut memperkuat efektivitas pendekatan edukatif berbasis praktik langsung.

Keberhasilan kegiatan ini diharapkan menjadi model bagi program KKN di kampus lain di Jawa Timur.

Universitas berencana menyebarluaskan modul edukasi biopori secara digital untuk menjangkau wilayah yang lebih luas.

Dengan demikian, dampak positif dapat dirasakan tidak hanya di Jember, tetapi juga di daerah sekitarnya.

Ke depannya, mahasiswa KKN akan melakukan monitoring berkala terhadap keberlanjutan biopori yang telah dibuat.

Evaluasi tersebut akan melibatkan pengukuran infiltrasi air dan pertumbuhan tanaman di lokasi-lokasi terpilih.

Hasil monitoring akan dijadikan bahan laporan akhir KKN dan rekomendasi kebijakan lingkungan daerah.

Secara keseluruhan, kegiatan edukasi biopori ini menegaskan peran aktif generasi muda dalam mengatasi tantangan lingkungan.

Langkah kecil yang dilakukan anak-anak hari ini diharapkan menjadi fondasi perubahan besar bagi masa depan yang lebih hijau.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.