Media KampungBakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) secara resmi meluncurkan Kudus ASIK Digital Pick Up Point Sampah Organik di Pendapa Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Selasa (9/6). Inovasi berbasis web ini dirancang untuk memudahkan masyarakat menjadi bagian dari program Keluarga Asik (Apik dan Resik) dalam menyalurkan sampah organik.

Peta digital tersebut menampilkan 575 titik pengumpulan sampah organik yang tersebar di Kabupaten Kudus. Deputy Program Manager BLDF, Redi Joko Prasetyo, menyatakan saat ini sudah ada 525 titik dan akan bertambah 50 titik lagi pada tahun ini. Ia menargetkan dalam setahun ke depan jumlahnya bisa mencapai seribu titik.

BLDF fokus pada sampah organik karena jenis sampah ini mendominasi, yaitu lebih dari 50 persen total sampah di Kudus. Sampah organik dinilai berpotensi menimbulkan penyakit dan mencemari sampah lain jika tidak dikelola dengan baik. “Ketika kami bisa mengurangi sampah organik, artinya kami bisa mengurangi 90 persen sampah yang ada di Kudus,” ujar Redi. Sampah anorganik yang masih bernilai guna diarahkan ke bank sampah, sisanya menjadi residu.

Program Officer BLDF, Dandy Mahendra, menjelaskan bahwa platform ini menggunakan web launcher yang dapat diakses melalui laman Kudus Asik dot id. Pemilihan web launcher karena lebih sederhana dibanding aplikasi yang harus diunduh. “Kalau aplikasi harus download dulu. Terkadang masyarakat juga kesulitan. Kalau menggunakan web launcher yang bisa diakses di Kudus Asik dot id lebih mudah. Apalagi web launcher ini dibuat agar ramah di handphone,” terangnya. Fitur yang tersedia meliputi profil Kudus Asik, sosialisasi kegiatan, dan titik pengumpulan sampah organik. Ke depannya akan terus ditambah fitur informasi.

Dalam acara yang sama, BLDF juga memberikan apresiasi kepada 16 pemenang Lomba Keluarga Asik. Lomba ini bertujuan memotivasi masyarakat untuk ikut menangani sampah. Dandy mengakui hadiah yang diberikan tidak besar, namun diharapkan menjadi stimulan. Ke depan, program Keluarga Asik akan diperluas ke pesantren dan rumah makan.

Director Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara, menekankan pentingnya peran semua pihak dalam mengelola sampah. Ia berharap peluncuran ini bermanfaat bagi masyarakat. “Ada informasi titik yang bisa dimanfaatkan bagi masyarakat yang hendak mengurangi sampah organik. Sejauh ini ada 525 mitra titik pengumpulan sampah dan akan bertambah 50 titik lagi,” katanya. Ia menargetkan seribu mitra bergabung dalam program Keluarga Asik.

Bupati Kudus, Samani Intakoris, menyampaikan apresiasi kepada BLDF dan menekankan bahwa pengelolaan sampah adalah tugas bersama. Ia mengingatkan bahwa sampah sulit terurai, bahkan melebihi usia manusia. Pelaksana Tugas Kepala Dinas PKPLH Kudus, Didik Tri Prasetiyo, mendorong partisipasi masyarakat di tingkat RT dan RW. Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Endhayani, melibatkan ibu-ibu PKK dalam memilah sampah dari dapur.

CSR Lead Yayasan Wings Peduli, Seva Gliska Nefertiti, yang turut hadir, mengucapkan terima kasih atas keterlibatannya. Yayasan Wings Peduli saat ini fokus pada empat pilar: lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan tanggap bencana. Di bidang lingkungan, mereka fokus pada pengurangan sampah dan konservasi.

Lomba Keluarga Asik diikuti oleh 16 pemenang yang terpilih melalui penilaian pada 27-30 April, terdiri dari delapan kategori Rintisan Baru dan delapan kategori Eksisting. Para pemenang berasal dari berbagai desa dan kelurahan di Kudus, seperti Pondok Jati, Bank Sampah Sumber Makmur, Bank Sampah Gerbang Harapan Maju, dan lainnya. Program ini diharapkan terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.