Media Kampung – Politeknik Negeri Jember (Polije) mengambil langkah serius dalam mendukung program pengelolaan sampah mandiri di Jember sebagai respons atas Surat Edaran Bupati terkait pengelolaan sampah di lingkungan instansi pemerintah. Upaya ini sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir dengan fokus pada pemisahan sampah organik dan anorganik di lingkungan kampus.
Direktur Polije, Saiful Anwar, menjelaskan bahwa kampus telah menyiapkan tempat khusus untuk pemilahan sampah dan secara konsisten mengajak seluruh sivitas akademika untuk menerapkan budaya membuang sampah sesuai kategori yang telah disediakan. Langkah ini diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan kampus.
Untuk sampah anorganik seperti plastik, kaca, dan logam, Polije melakukan proses pengolahan dan daur ulang agar limbah tersebut dapat dimanfaatkan kembali. Sampah plastik, misalnya, diolah menjadi produk baru seperti pot tanaman dan berbagai perlengkapan lain yang bermanfaat. Selain itu, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Polije aktif mengadakan pelatihan pembuatan kerajinan dari limbah anorganik, termasuk tas dan produk kreatif lainnya, sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat kampus.
Sementara itu, sisa makanan dan limbah organik lainnya dimanfaatkan menjadi pakan maggot dan bahan baku kompos. Kompos hasil pengolahan tersebut digunakan sebagai alternatif pupuk untuk mendukung kegiatan pertanian di lingkungan kampus. Polije menilai bahwa upaya pengelolaan sampah mandiri ini sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) serta mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam pengurangan limbah.
Saiful Anwar juga menanggapi positif imbauan Bupati Jember tentang pengurangan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Polije telah menerapkan kebijakan ini di lingkungan internal kampus guna mendorong pengurangan sampah plastik dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
Langkah konkret Polije dalam pengelolaan sampah mandiri ini merupakan bagian dari komitmen institusi terhadap lingkungan dan keberlanjutan. Program ini terus dikembangkan sebagai kontribusi nyata kampus dalam menjaga kebersihan dan mendukung upaya pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah yang lebih efektif di Jember.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan