Media Kampung – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, dibiayai oleh Danantara. Syaratnya, tata kelola proyek harus dilakukan secara benar dan dipersiapkan dengan baik.
Proyek rusun subsidi ini masih berjalan sesuai jadwal. Proses land clearing dijadwalkan pada Februari 2026, ground breaking pada Maret 2026, pembangunan struktur ke atas pada Agustus 2026, dan ditargetkan selesai pada Agustus 2028.
Ara menegaskan bahwa pemerintah mendorong inovasi penyediaan hunian vertikal terjangkau, khususnya di kawasan penyangga Jakarta. Tujuannya agar masyarakat berpenghasilan rendah memiliki akses hunian layak dan terjangkau yang dekat dengan pusat aktivitas ekonomi dan tempat kerja.
Pembangunan rusun subsidi menjadi solusi penting untuk mengatasi backlog perumahan dan keterbatasan lahan di perkotaan. Hunian vertikal seperti ini dinilai sebagai solusi masa depan, terutama di wilayah dengan kebutuhan rumah tinggi dan harga tanah yang terus meningkat.
Saat ini progres pembangunan sudah masuk tahap test pile. Dari total 8.600 pile, sebanyak 1.836 pile telah terpasang. Ara menekankan bahwa percepatan pembangunan harus tetap memperhatikan kualitas dan aturan yang berlaku.
Dalam skema kolaborasi, Kementerian PKP berperan sebagai regulator, Danantara sebagai penyedia pembiayaan dan pelaksana pembangunan, sementara tanah seluas 30 hektare di tiga lokasi merupakan hibah dari Lippo Group. Proyek ini direncanakan menyediakan total sekitar 141.000 hunian.
“Ini merupakan salah satu proyek hunian vertikal terbesar yang diharapkan dapat membantu masyarakat pekerja memiliki rumah layak di dekat pusat ekonomi dan industri,” ujar Ara.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan