Media Kampung, Ponorogo – Kepala Desa Bulu Lor, Agus Siswanto, menegaskan bahwa pemilihan material paving stone pada pembangunan jalan di Dukuh Gupit didasarkan pada karakteristik geografis wilayah. Hal ini disampaikan di sela-sela kegiatan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0802 Ponorogo, Jumat (24/7/2026).
Menurut Agus, kondisi tanah dan sistem drainase yang belum optimal menjadi pertimbangan utama. “Kalau menggunakan aspal, kemungkinan tidak akan bertahan lama karena jalan ini belum memiliki sistem drainase yang baik. Saat musim hujan, kondisi jalan menjadi lembap sehingga dapat mempercepat kerusakan aspal,” jelasnya.
Selain itu, medan Dukuh Gupit yang didominasi tanjakan dan turunan juga mempengaruhi keputusan. Agus menilai aspal lebih rentan rusak di medan tersebut, sementara beton sulit diperbaiki jika terjadi kerusakan. Paving stone dinilai lebih mudah dirawat secara mandiri oleh warga. “Kalau menggunakan paving, ketika ada kerusakan pada titik tertentu, masyarakat dapat memperbaikinya sendiri tanpa harus melakukan perbaikan secara menyeluruh,” tambahnya.
Jalan yang dibangun melalui TMMD ini memiliki peran strategis. Selain melintasi Vihara Vimalakirti, juga menjadi akses utama menuju lahan perkebunan warga. Progres pembangunan berjalan dengan semangat gotong royong antara anggota Satgas TMMD dan warga setempat, yang bersama-sama meratakan pasir, memasang paving sesuai benang ukur, serta memastikan kerataan permukaan.
Program TMMD ke-129 Kodim 0802 Ponorogo diharapkan tidak hanya meningkatkan aksesibilitas, tetapi juga menghadirkan infrastruktur yang mudah dirawat sehingga manfaatnya dapat dirasakan jangka panjang.














Tinggalkan Balasan