Media Kampung, Bandung Barat – Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, melakukan peninjauan langsung ke SMP Negeri 2 Ngamprah menyusul aksi siswa yang patungan untuk memperbaiki fasilitas sekolah yang rusak. Peninjauan ini bertujuan memastikan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan kondisi fasilitas sekolah yang saat ini mengalami kerusakan cukup serius.

SMPN 2 Ngamprah, yang pernah meraih juara pertama Adiwiyata tingkat nasional, ditemukan memiliki tiga ruang kelas dengan kerusakan sedang hingga berat, toilet yang tidak layak, papan tulis yang kurang memadai, serta lingkungan sekolah yang kurang bersih. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait penggunaan dana BOS yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk perawatan dan perbaikan fasilitas.

Baca juga:

Evaluasi Kondisi Sekolah dan Pengelolaan Dana BOS

Jeje Ritchie Ismail telah meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat untuk turun langsung dan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi sekolah. Dari laporan yang diterima, terdapat 29 ruang kelas yang mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, di mana kerusakan ringan sebenarnya dapat ditangani lebih awal menggunakan dana BOS agar tidak berkembang menjadi kerusakan berat.

Bupati Jeje menegaskan bahwa Pemkab Bandung Barat telah memulai perbaikan tiga ruang kelas yang rusak berat dan sudah ada progres yang terlihat. Adapun perbaikan fasilitas toilet akan dilakukan dengan menggandeng perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu rehabilitasi fasilitas tersebut.

Baca juga:

Transparansi dan Pemeriksaan Penggunaan Dana BOS

Untuk memastikan transparansi dan penggunaan dana BOS yang sesuai peruntukan, pemeriksaan menyeluruh akan dilakukan melibatkan Dinas Pendidikan dan Inspektorat Kabupaten Bandung Barat. Plt Inspektorat Yadi Azhar menyebutkan bahwa SMPN 2 Ngamprah mendapat alokasi dana BOS sekitar Rp1,3 miliar pada tahun 2026, dengan sekitar 20 persen dialokasikan untuk sarana dan prasarana. Pada semester pertama, dana sekitar Rp64 juta telah dicairkan dan pengawasan terhadap pencairan semester kedua sedang dilakukan.

Inspektorat akan mendalami realisasi penggunaan anggaran tersebut untuk memastikan dana digunakan sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini penting agar kasus kerusakan fasilitas sekolah seperti yang terjadi di SMPN 2 Ngamprah dapat diminimalisir di kemudian hari melalui pengelolaan dana yang tepat dan transparan.

Baca juga:

Komunikasi Sekolah dan Peran Kepala Sekolah

Bupati Jeje juga menyoroti pentingnya komunikasi yang tepat dari pihak sekolah kepada publik untuk menghindari kesalahpahaman dan polemik yang tidak perlu. Ia mengimbau kepala sekolah agar memberikan penjelasan yang jelas dan akurat terkait kondisi sekolah dan pengelolaan dana BOS agar isu ini tidak menjadi semakin ramai dan mengganggu fokus perbaikan yang sedang dilakukan.

Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui perbaikan fasilitas dan pengelolaan dana yang transparan serta akuntabel. Diharapkan dengan tindakan ini, siswa dapat belajar dengan nyaman dan sekolah dapat kembali menjaga prestasinya di tingkat nasional.