Media Kampung, Tuban – Warga Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPL) menuntut PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban untuk bertanggung jawab atas dugaan pencemaran udara berupa debu dan bau menyengat yang dihasilkan dari aktivitas perusahaan tersebut. Dampak polusi ini dirasakan langsung oleh sekitar 700 Kepala Keluarga yang tinggal di kawasan ring 1 pabrik, di mana 17 warga dilaporkan mengalami sesak napas.

Permintaan warga disampaikan dalam sebuah audiensi yang melibatkan Komisi 1 DPRD Tuban dan perwakilan PT SIG Pabrik Tuban pada Rabu, 12 Agustus 2026. Mereka menuntut tindakan konkret dari perusahaan untuk mengatasi pencemaran debu dan bau serta berharap adanya kompensasi yang layak bagi warga terdampak.

Baca juga:

Keluhan Warga dan Dampak Kesehatan

Menurut Joyo Muhasan, perwakilan warga, debu dan bau menyengat tersebut diduga berasal dari cerobong dan limbah B3 maupun non B3 yang digunakan PT SIG. Warga berharap perusahaan segera merealisasikan tuntutan mereka karena kondisi ini telah mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari serta berdampak pada kesehatan masyarakat, khususnya yang mengalami sesak napas.

Respon DPRD dan Komitmen Perusahaan

Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Tuban, Suratmin, menyatakan bahwa DPRD berkomitmen mengawal keluhan warga dan mengajak PT SIG untuk segera menindaklanjuti tuntutan tersebut agar masalah tidak berlarut-larut. Dari hasil audiensi, PT SIG Pabrik Tuban berjanji akan merespon dan mengkomunikasikan langkah-langkah perbaikan secara serius.

Baca juga:

Pernyataan dari PT SIG Pabrik Tuban

Senior Manager of Corporate Communication PT SIG Pabrik Tuban, Dharma Sunyata, mengakui keluhan warga sebagai peringatan bagi perusahaan. Ia menyampaikan bahwa apabila terdapat proses produksi yang kurang sempurna, maka akan diperbaiki. Namun, menurut hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh dokter yang bekerja sama dengan perusahaan, tidak ditemukan kaitan langsung antara debu semen dengan kondisi sakit kulit maupun sesak napas yang dialami warga. Mayoritas keluhan kesehatan lebih terkait dengan hipertensi dan faktor lain seperti pola makan serta penyakit flu.

PT SIG juga telah melakukan pengobatan gratis bagi beberapa warga terdampak sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

Baca juga:

Konteks dan Dampak yang Dirasakan

Keluhan warga Desa Sumberarum mengenai polusi debu dan bau dari PT SIG Pabrik Tuban sebenarnya sudah berlangsung lama dan dianggap mengganggu kenyamanan serta kesehatan masyarakat di sekitar pabrik. Jika tidak ada tindak lanjut dari perusahaan, warga mengancam akan melakukan pemblokadean akses ke pabrik sebagai bentuk protes.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan masyarakat, mengingat dampak lingkungan dan kesehatan yang dirasakan masyarakat sekitar pabrik semen. Upaya koordinasi antara warga, DPRD, dan PT SIG diharapkan dapat menghasilkan solusi yang konstruktif dan berkelanjutan.