Media Kampung – Publisher game besar, Take-Two Interactive, belum bersedia mengungkap jumlah pasti preorder untuk Grand Theft Auto 6 (GTA 6). Meski demikian, perusahaan menyebut penjualan sebelum rilis game ini sangat luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya.

CEO Take-Two, Strauss Zelnick, menjelaskan bahwa data preorder GTA 6 saat ini sulit untuk diinterpretasikan secara tradisional. Biasanya, angka preorder digunakan sebagai indikator awal untuk memperkirakan penjualan total saat peluncuran game. Namun, karena tingginya permintaan yang sangat signifikan, Take-Two merasa angka tersebut bisa jadi tidak mencerminkan pola penjualan biasa.

Baca juga:

“Permintaan preorder yang besar ini mungkin hanya mempercepat penjualan yang seharusnya terjadi secara bertahap setelah rilis,” ujar Zelnick. Dengan kata lain, banyak konsumen yang biasanya menunggu rilis justru memilih untuk melakukan preorder lebih awal, sehingga angka preorder menjadi outlier yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Karena ketidakpastian ini, Take-Two memilih untuk tidak mempublikasikan angka mentah preorder GTA 6 agar tidak menimbulkan interpretasi yang keliru. Meski demikian, mereka menegaskan bahwa respon pasar terhadap GTA 6 sangat positif dan menunjukkan kesuksesan yang luar biasa sebelum game resmi diluncurkan.

Baca juga:

Saat ini, perhatian penggemar tertuju pada momen pengungkapan gameplay resmi GTA 6 yang akan tayang perdana secara eksklusif di Netflix pada 27 Agustus 2026, dan kemudian diunggah di saluran YouTube Rockstar enam jam setelahnya. Langkah kolaborasi dengan Netflix ini menuai beragam reaksi, namun CEO Take-Two menyebutkan bahwa ada alasan tertentu di balik keputusan tersebut yang akan lebih jelas setelah gameplay dirilis.

Perlu dicatat bahwa hingga saat ini, belum ada tanggal rilis untuk versi PC GTA 6, sehingga pembelian dan preorder saat ini hanya berlaku untuk konsol. Hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi komunitas PC yang harus menunggu lebih lama untuk menikmati game tersebut, terlebih dengan harga konsol yang saat ini relatif tinggi, seperti PlayStation 5 Pro yang dipasarkan sekitar 900 dolar AS.

Baca juga: