Media Kampung – Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mempertahankan gelar UEFA Super Cup 2026 setelah mengalahkan Aston Villa dengan skor 2-1 dalam pertandingan yang berlangsung ketat di Red Bull Arena, Salzburg. Keberhasilan ini didukung oleh gol pembuka dari Khvicha Kvaratskhelia dan gol penentu dari Desire Doue, sementara Brian Madjo mencetak gol bersejarah di debut profesionalnya untuk Aston Villa.

PSG membuka keunggulan pada menit ke-20 melalui aksi Kvaratskhelia yang memotong dari sisi kiri dan melepaskan tembakan terarah yang mengecoh kiper Marco Bizot. Namun, Aston Villa bangkit menjelang akhir babak pertama ketika Brian Madjo, pemain berusia 17 tahun yang baru saja melakoni debut profesional, berhasil menyamakan skor dengan sundulan voli setelah melewati tantangan dari bek lawan. Gol ini menjadikan Madjo pencetak gol termuda dalam sejarah UEFA Super Cup.

Baca juga:

Meski tanpa beberapa pemain kunci seperti Ollie Watkins, Ezri Konsa, dan Emiliano Martinez akibat istirahat pasca-Piala Dunia, Aston Villa menunjukkan semangat juang tinggi. Madjo dan rekan mudanya, George Hemmings, yang berusia 19 tahun, tampil percaya diri melawan lawan bertabur bintang. Hemmings bahkan hampir mencetak gol balasan segera setelah PSG kembali memimpin, namun kiper Matvey Safonov melakukan penyelamatan penting.

Gol kemenangan PSG datang pada menit ke-62 lewat tendangan Desire Doue yang memanfaatkan celah di lini belakang Aston Villa. Gol ini memastikan PSG mempertahankan trofi bergengsi tersebut dalam musim pembuka 2026/27. Pelatih Aston Villa, Unai Emery, mengapresiasi perjuangan timnya dan menilai penampilan para pemain muda sebagai pengalaman berharga untuk masa depan klub.

Baca juga:

Partai ini menandai pertemuan seru antara juara Liga Champions, PSG, dan juara Liga Europa, Aston Villa, yang menunjukkan kualitas dan semangat kompetitif tinggi. Kemenangan ini mempertegas dominasi PSG di kancah sepak bola Eropa setelah menjuarai Liga Champions dua musim berturut-turut.

Brian Madjo, yang sebelumnya tidak dapat didaftarkan oleh FIFA hingga Aston Villa memenangkan banding di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), membuktikan kemampuannya dengan memberikan dampak signifikan pada debutnya. Dengan penampilan penuh percaya diri dan beberapa peluang yang hampir berbuah gol, ia menjadi sorotan positif di tengah skuad Aston Villa yang banyak dihuni pemain muda.

Baca juga:

Secara keseluruhan, pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi dan penuh tekanan, memperlihatkan kualitas kedua tim yang siap bersaing di level tertinggi Eropa. PSG berhasil memanfaatkan pengalaman dan ketajaman di momen krusial, sementara Aston Villa menunjukkan potensi besar meskipun belum bisa merebut trofi di final ini.