Media Kampung – Workshop Konvergensi Desa Lokus Stunting dilaksanakan pada Senin, 20 April 2026, di ruang pertemuan Kantor Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, dengan dukungan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekayasa Perangkat Lunak Universitas Muhammadiyah Jember serta kehadiran perwakilan Dinas Kesehatan setempat. Acara ini bertujuan menyatukan upaya penanggulangan stunting di tingkat desa.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan dari 19 desa, meliputi Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Pokja IV PKK masing‑masing desa di Kecamatan Gading, yang masing‑masing membawa data kondisi gizi lokal. Keberadaan mereka menandakan komitmen lintas wilayah dalam memerangi masalah gizi kronis yang terus mempengaruhi pertumbuhan anak.

Workshop difokuskan pada penyamaan persepsi dan penyusunan langkah strategis penanganan stunting secara terpadu, termasuk penyusunan peta kebutuhan gizi dan rencana aksi desa. Pendekatan integratif ini diharapkan menghasilkan program kerja yang terkoordinasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat sehingga intervensi dapat berjalan efektif.

Dalam sambutannya, Ketua PKK Kecamatan Gading, Erlin Erwin Yulianto, menegaskan, “Workshop ini menjadi wadah penting untuk menyatukan langkah seluruh elemen desa dalam menekan angka stunting.” Ia menambahkan bahwa setiap desa harus merumuskan program kerja yang terintegrasi agar intervensi dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Narasumber dari Puskesmas Wangkal, Afin Suryaningsih, S.Tr.Keb., menjelaskan, “Penanganan stunting memerlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemenuhan gizi hingga akses layanan kesehatan.” Ia menekankan pentingnya pemetaan kondisi masyarakat secara akurat untuk menyesuaikan intervensi dengan kebutuhan lapangan.

Koordinator Penyuluh Keluarga Berencana Kecamatan Gading, Dra. Yayah Subariyah, menambahkan, “Peran PKK dan Pokja IV sangat strategis dalam menggerakkan partisipasi masyarakat dan menyebarkan informasi pencegahan stunting.” Melalui kelompok kerja tersebut, informasi gizi dapat disampaikan secara tepat kepada keluarga.

Mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember berperan sebagai fasilitator, membantu pendampingan peserta, dokumentasi, dan memimpin diskusi kelompok selama workshop. Keterlibatan mereka merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat sekaligus sarana pembelajaran praktis di lapangan.

Selama satu hari, peserta mengikuti pemaparan materi, diskusi interaktif, dan penyusunan rencana aksi yang akan diimplementasikan di masing‑masing desa, dengan penekanan pada target penurunan prevalensi stunting. Antusiasme tinggi terlihat dari komitmen peserta untuk menerapkan hasil workshop di wilayah masing‑masing.

Dengan sinergi antara desa, pemerintah kecamatan, dan pihak kesehatan, diharapkan target penurunan angka stunting di Kecamatan Gading dapat tercapai secara optimal dan berkelanjutan. Pemantauan lanjutan akan dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas program yang telah dirumuskan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.