Media Kampung – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan program peduli gizi dan lingkungan di TK Dewi Masyithoh II Kedunglangkap, Kedunglangkap, Jember, pada bulan April 2026.

Pada 18 April 2026, tim KKN mengadakan pelatihan pembuatan nugget sayur bersama ibu‑ibu PKK setempat, bertujuan mengajarkan cara mengolah sayuran menjadi makanan bergizi dan menarik bagi anak.

Pelatihan menekankan pentingnya konsumsi sayur untuk pertumbuhan optimal, sekaligus memperkenalkan teknik pengolahan yang sederhana namun tetap mempertahankan nilai gizi.

Para peserta belajar memotong, menghaluskan, dan mencampur sayuran dengan bahan dasar lain, lalu membentuk adonan menjadi nugget yang dapat dipanggang atau digoreng ringan.

Ibu‑ibu PKK yang ikut serta mengaku merasa lebih percaya diri dalam menyiapkan bekal sehat untuk anak, karena bahan yang dipakai mudah didapat di pasar tradisional.

Dengan nugget sayur, diharapkan anak‑anak TK dapat memperoleh asupan protein, serat, dan vitamin yang cukup tanpa harus mengorbankan selera.

Enam hari kemudian, pada 25 April 2026, mahasiswa KKN bersama wali murid dan siswa melaksanakan aksi bersih‑bersih lingkungan sekolah, memfokuskan pada halaman, selokan, dan area sekitar.

Kegiatan membersihkan melibatkan penyemprotan cairan anti‑jamur, pengumpulan sampah plastik, serta perapihan taman bermain untuk menciptakan suasana belajar yang lebih sehat.

Siswa‑siswa berpartisipasi aktif dengan membawa sapu dan sekop, sehingga mereka dapat merasakan langsung pentingnya menjaga kebersihan sejak dini.

Para orang tua dan anggota PKK memberikan dukungan logistik, seperti menyediakan sarung tangan, kantong sampah, dan minuman penyegar selama proses kerja bakti.

Kerjasama antara mahasiswa, pihak sekolah, dan masyarakat menghasilkan kegiatan yang terkoordinasi dengan baik, tanpa hambatan signifikan selama pelaksanaan.

Tim KKN menyatakan bahwa program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan gizi, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab lingkungan di kalangan anak‑anak usia dini.

Lingkungan yang bersih dan terawat diharapkan mengurangi risiko penyakit menular, sementara kebiasaan makan sehat dapat menurunkan angka kekurangan gizi pada balita.

Melalui interaksi langsung, ikatan antara universitas, sekolah, dan warga setempat semakin kuat, membuka peluang kolaborasi jangka panjang dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

Ke depan, mahasiswa KKN berencana melanjutkan program serupa di sekolah lain di Kabupaten Jember, agar manfaat gizi dan kebersihan dapat dirasakan secara lebih luas.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.