Media Kampung – Pemkot Mojokerto menuntaskan penyaluran bantuan sosial (bansos) tahun 2026 kepada kelompok rentan, namun data penerima berubah karena dua faktor utama. Perubahan tersebut dipastikan melalui proses verifikasi berkelanjutan.
Plt Kepala Dinas Sosial Kota Mojokerto, Farida Mariana, menjelaskan bahwa dinamika data merupakan hal wajar dalam penyaluran bansos, mulai dari perencanaan hingga realisasi di lapangan. “Awalnya kami menganggarkan 1.342 sasaran, namun setelah verifikasi dan penyaluran, ada yang meninggal dunia atau pindah domisili. Sehingga bantuan tersalurkan kepada 1.038 penerima, masing-masing Rp 500 ribu,” ujarnya pada Senin (5/5).
Kelompok lansia kurang mampu menjadi salah satu penerima utama, dengan alokasi awal 1.342 orang namun berkurang menjadi 1.038 orang setelah penyesuaian data. Setiap penerima menerima bantuan tunai sebesar Rp 500.000.
Untuk anak yatim non panti, proses verifikasi menemukan tiga orang yang pindah domisili, sehingga bantuan akhir diberikan kepada 190 anak. Masing‑masing menerima dana Rp 1.000.000.
Penyandang disabilitas awalnya dijadwalkan menerima bantuan bagi 263 orang dengan nilai Rp 350.000 per orang, namun realisasinya berkurang menjadi 236 orang karena kematian dan perpindahan domisili. Bantuan bagi disabilitas berat masih dalam tahap proses.
Tukang becak termasuk dalam kelompok sasaran dengan perkiraan 313 penerima, namun satu orang pindah domisili dan satu data terdeteksi ganda, sehingga bantuan akhirnya sampai kepada 292 orang. Setiap penerima mendapatkan bantuan sesuai kebijakan setempat.
Farida menegaskan bahwa perubahan data penerima disebabkan dua hal utama: kematian dan pindah domisili. Kondisi ini memaksa tim sosial melakukan pembaruan data secara real‑time untuk menjaga akurasi.
Pemkot Mojokerto menekankan pentingnya verifikasi dan validasi data secara kontinu agar bantuan tepat sasaran dan tidak terlewatkan. Proses ini melibatkan kunjungan lapangan, konfirmasi keluarga, serta koordinasi dengan instansi terkait.
Dengan semua kelompok sasaran telah menerima bantuan sesuai alokasi akhir, Pemkot berkomitmen melanjutkan monitoring pasca‑penyaluran untuk memastikan manfaat terserap optimal. Upaya ini diharapkan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program sosial pemerintah daerah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan