Media Kampung – 09 April 2026 | Proyek mass rapid transit (MRT) yang sempat dijanjikan akan mengurangi kemacetan kini terhenti, sementara Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengumumkan rencana pengembangan water taxi di pulau Bali sebagai solusi transportasi alternatif.
Stagnasi MRT disebabkan oleh kendala perizinan, pembebasan lahan, dan penyesuaian anggaran yang menunda penyelesaian beberapa segmen jalur utama.
Dalam sebuah konferensi pers, Menhub Dudy menegaskan bahwa pemerintah tengah menyusun skema operasional water taxi yang akan menghubungkan pelabuhan utama dan destinasi wisata di Bali.
Rencana tersebut mencakup penggunaan kapal berkapasitas menengah yang akan beroperasi pada tiga rute utama: dari Pelabuhan Gilimanuk ke Nusa Penida, dari Pelabuhan Benoa ke Sanur, serta lintasan lintas selatan menghubungkan Padang Bai dengan Tanah Lot.
Pengembangan water taxi diharapkan dapat mengalihkan sebagian beban kendaraan darat, khususnya pada jam sibuk, sekaligus meningkatkan mobilitas wisatawan yang mengandalkan transportasi laut.
Jika dibandingkan dengan MRT, water taxi menawarkan biaya investasi yang lebih rendah, proses konstruksi yang relatif singkat, dan fleksibilitas penyesuaian rute sesuai permintaan pasar.
Gubernur Bali menanggapi inisiatif tersebut dengan positif, menyatakan bahwa proyek ini selaras dengan visi pulau sebagai destinasi wisata berkelanjutan dan dapat memperkuat jaringan transportasi multimodal.
Analisis ekonomi memperkirakan bahwa water taxi dapat menciptakan ribuan lapangan kerja, mulai dari pembangunan kapal, operasional pelabuhan, hingga layanan pendukung seperti tiket dan keamanan.
Dari sisi lingkungan, penggunaan kapal berbahan bakar bersih atau listrik dipertimbangkan untuk meminimalkan emisi karbon dan dampak pada ekosistem perairan Bali.
Namun, tantangan tetap ada, termasuk kebutuhan infrastruktur pelabuhan pendukung, regulasi keselamatan laut, serta skema pembiayaan yang melibatkan sektor swasta dan dana publik.
Pemerintah pusat menegaskan komitmen untuk mengintegrasikan water taxi ke dalam kebijakan transportasi nasional, mengingat pentingnya diversifikasi moda guna mengatasi tekanan urbanisasi dan pertumbuhan pariwisata.
Dengan proyek MRT yang masih terhambat, fokus pada water taxi di Bali menandai pergeseran strategi pemerintah dalam upaya mempercepat penyediaan layanan transportasi publik yang efisien dan ramah lingkungan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






