Lintasarta Perkuat Investasi Infrastruktur AI di TMT Finance APAC 2026

Media Kampung – Lintasarta menegaskan komitmennya dalam mendorong investasi infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di Indonesia melalui partisipasinya dalam forum TMT Finance APAC 2026 yang digelar di Singapura pada Mei 2026. Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi Lintasarta untuk menghadirkan ekosistem AI terintegrasi yang mendukung percepatan adopsi AI secara menyeluruh di Tanah Air.

Fokus pada Infrastruktur AI dan Ekosistem Terpadu

Dalam forum yang menghadirkan lebih dari 350 pelaku industri digital, investor, dan operator dari berbagai negara Asia Pasifik, Director Chief Financial Officer (CFO) Lintasarta, Hariyadi Ramelan, menyampaikan pentingnya membangun fondasi AI yang berkelanjutan. Menurutnya, pengembangan AI tidak hanya membutuhkan teknologi komputasi, tetapi juga infrastruktur digital yang kuat, keamanan siber, konektivitas, talenta, dan kolaborasi ekosistem yang solid.

“AI telah menjadi penggerak utama transformasi bisnis dan ekonomi digital. Pengembangan AI harus didukung infrastruktur yang kuat dan pendekatan berkelanjutan agar mampu menciptakan nilai jangka panjang,” ujar Hariyadi dalam panel diskusi bertajuk “What’s the Real Investment Case for AI Data Centre Models”.

Pendekatan Beyond AI Factory dengan 4 Pilar Utama

Lintasarta mengembangkan perannya sebagai Beyond AI Factory dengan mengintegrasikan empat pilar utama atau 4C, yaitu Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration. Pendekatan ini memungkinkan pelanggan mendapatkan solusi lengkap yang menggabungkan konektivitas, komputasi AI, keamanan siber, dan dukungan ekosistem dalam satu platform terintegrasi.

Lintasarta juga menguatkan layanan ini dengan sovereign AI infrastructure yang andal dan mendorong pembangunan ekosistem AI nasional melalui gerakan AI Merdeka, pengembangan talenta digital, serta kolaborasi global untuk mempercepat pemanfaatan AI di Indonesia.

Potensi Indonesia dalam Ekosistem AI Regional

Hariyadi menekankan bahwa Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemain penting dalam ekosistem AI regional didukung oleh pertumbuhan ekonomi digital, ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten, dan kebutuhan transformasi digital di berbagai sektor industri.

“Yang dibutuhkan saat ini adalah kolaborasi kuat untuk membangun fondasi yang tepat mulai dari infrastruktur, talenta, hingga pengembangan use case yang berdampak nyata bagi dunia bisnis dan masyarakat,” tambahnya.

Dorongan Investasi Digital Infrastruktur di Asia Pasifik

Chief Content Officer TMT Finance, Ben Nice, menyampaikan bahwa AI menjadi faktor utama dalam percepatan investasi digital infrastruktur di kawasan Asia Pasifik. Data menunjukkan peningkatan signifikan pada transaksi merger, akuisisi, dan pembiayaan di sektor ini, dengan rata-rata kenaikan delapan transaksi setiap tahunnya.

Hal ini menunjukkan peluang besar bagi pelaku industri untuk tumbuh dan berinovasi di wilayah tersebut.

Konteks dan Harapan ke Depan

Partisipasi aktif Lintasarta di forum TMT Finance APAC 2026 mengukuhkan posisinya sebagai AI ecosystem enabler yang berfokus pada pengembangan ekosistem AI nasional melalui kapabilitas infrastruktur dan layanan terintegrasi. Dengan pendekatan menyeluruh ini, perusahaan optimistis dapat mempercepat adopsi AI secara nasional dan mendukung terwujudnya ekonomi digital Indonesia yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.