Wali Kota Banjarmasin Optimis TPAS Basirih Dibuka Kembali Apabila Rehabilitasi Rampung 100 Persen
Media Kampung – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, menyampaikan optimisme besar terkait pembukaan kembali Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Basirih setelah proses rehabilitasi selesai 100 persen. Pernyataan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin dalam mengelola masalah sampah dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan dan inovatif. “Wali Kota Banjarmasin Optimis TPAS Basirih Dibuka Kembali Apabila Rehabilitasi Rampung 100 Persen,” ungkap Muhammad Yamin pada Senin (16/2/2026).
Progres Rehabilitasi TPAS Basirih
<pMenurut Wali Kota, dari 22 poin rekomendasi yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk rehabilitasi kawasan TPAS Basirih, saat ini hanya tersisa satu poin yang belum terselesaikan, yakni pemisahan antara air hujan dan air lindi. Fokus pembenahan ini menjadi kunci utama agar TPAS Basirih bisa kembali dioperasikan secara optimal. "Kami tinggal menyelesaikan pemisahan air hujan dan lindi. Jadi hampir 100 persen," jelasnya.
Pemerintah daerah sangat berharap setelah poin terakhir ini selesai, koordinasi dengan KLH dapat dilakukan kembali agar TPAS Basirih dapat dibuka sebagai tempat pengelolaan sampah yang modern dan ramah lingkungan.
Inovasi dan Pengembangan TPAS Basirih
Selain pengelolaan sampah konvensional, Pemko Banjarmasin juga berencana mengembangkan TPAS Basirih sebagai lokasi program Pengelolaan Sampah Energi Listrik (PSEL). Program ini diharapkan dapat mengubah limbah menjadi sumber energi listrik yang bermanfaat, dengan memanfaatkan lokasi strategis dan area yang luas di TPAS Basirih. “Mudah-mudahan bisa karena di sana cukup strategis dan areanya luas untuk pengelolaan sampah,” tambah Muhammad Yamin.
Selain itu, wacana untuk menjadikan TPAS Basirih sebagai destinasi wisata edukasi lingkungan mulai mencuat, sejalan dengan perubahan kondisi kawasan yang kini lebih tertata dan hijau dibanding sebelumnya. “Kalau poin terakhir ini selesai, kita akan kembali berkoordinasi dengan pemerintah pusat apakah TPAS ini nantinya bisa kembali dibuka atau mungkin dikembangkan menjadi destinasi wisata edukasi lingkungan,” ujarnya.
Keberhasilan Rehabilitasi dan Dampaknya
Proses rehabilitasi TPAS Basirih telah dilakukan sejak tahun 2025 dengan pengurukan menggunakan tanah merah pada beberapa zona. Saat ini, kawasan tersebut mulai menghijau dengan penanaman berbagai jenis pohon dan sayuran. “Seluruhnya sudah hijau, bahkan sebagian besar yang ditanami berhasil tumbuh,” kata Wali Kota.
Kondisi ini menandakan keberhasilan Pemko Banjarmasin dalam melakukan perbaikan lingkungan di area TPAS yang sebelumnya sempat disegel akibat pencemaran. Keberhasilan ini juga menjadi modal penting untuk meyakinkan pemerintah pusat agar TPAS Basirih dapat beroperasi kembali dengan standar yang lebih baik dan ramah lingkungan.
Masa Depan TPAS Basirih
Dengan optimisme yang tinggi, Wali Kota Banjarmasin optimis TPAS Basirih dibuka kembali apabila rehabilitasi rampung 100 persen. Pembukaan kembali TPAS ini tidak hanya akan menjadi solusi pengelolaan sampah yang efektif, tetapi juga akan membuka peluang bagi pengembangan teknologi pengelolaan sampah berbasis energi listrik serta pengembangan wisata edukasi yang mendukung kesadaran lingkungan masyarakat.
Langkah ini merupakan bagian dari visi Pemerintah Kota Banjarmasin untuk menjadikan kota lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan, sekaligus mengatasi permasalahan sampah yang menjadi tantangan utama di daerah perkotaan.
Kesimpulan
Wali Kota Banjarmasin Optimis TPAS Basirih Dibuka Kembali Apabila Rehabilitasi Rampung 100 Persen. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menyelesaikan seluruh rekomendasi dari KLH, khususnya pemisahan air hujan dan lindi, serta pengembangan kawasan TPAS menjadi pusat pengelolaan sampah modern dan destinasi wisata edukasi. Keberhasilan rehabilitasi yang sudah terlihat melalui penghijauan kawasan menjadi bukti nyata komitmen Pemko Banjarmasin dalam menjaga lingkungan dan memberikan solusi inovatif terhadap pengelolaan sampah. Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat, masa depan TPAS Basirih diharapkan menjadi contoh pengelolaan sampah berkelanjutan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat dan lingkungan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan